Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Mei 10, 2026

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Lurah Kuala Samboja: Budaya Pesisir Harus Jadi Identitas Kultural IKN
    Diskominfo Kukar

    Lurah Kuala Samboja: Budaya Pesisir Harus Jadi Identitas Kultural IKN

    Nur AjijahBy Nur AjijahApril 6, 2025Updated:Mei 31, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kegiatan Pesta laut di Kuala Samboja
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Lurah Kuala Samboja, Usman, menegaskan bahwa pemilihan nama Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki makna strategis yang mencerminkan peran budaya pesisir dalam mendukung identitas Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Nama itu dipilih karena wilayah Kuala Samboja sekarang sudah masuk dalam kawasan IKN. Kami ingin menegaskan bahwa budaya pesisir tetap memiliki tempat penting dan kontribusi besar dalam mendukung keberadaan IKN,” ujar Usman Minggu, 6 April 2025.

    Usman menyebut, Pesta Laut Pesisir Nusantara diharapkan bisa menjadi ikon budaya yang mewakili karakter masyarakat pesisir di tengah pembangunan IKN. Apalagi, wilayah administrasi Samboja diproyeksikan akan sepenuhnya menjadi bagian dari Otorita IKN dalam beberapa waktu ke depan.

    “Ketika nanti Samboja menjadi bagian dari Otorita IKN, kami tetap akan menjadikan Pesta Laut sebagai simbol budaya lokal yang khas,” imbuhnya.

    Meski demikian, ia tetap meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara, khususnya melalui Dinas Pariwisata, untuk terus mendampingi dan memfasilitasi kegiatan tersebut selama wilayahnya masih berada di bawah administrasi Kukar.

    “Kami tetap berharap agar Dinas Pariwisata Kukar terus mensuport agar kegiatan ini menjadi agenda rutin dan berkelanjutan,” katanya.

    Terkait partisipasi masyarakat, Usman menyatakan tingkat keterlibatan sangat tinggi. Warga dari berbagai kalangan turut berperan aktif, mulai dari nelayan, pelajar, seniman lokal, hingga pelaku UMKM.

    Selain itu, sejumlah wisatawan dari berbagai kota di Kalimantan Timur seperti Tenggarong, Samarinda, Bontang, dan Balikpapan turut hadir menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara yang berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 April 2025.

    Namun, ia mengakui bahwa hingga saat ini kunjungan wisatawan mancanegara masih belum terlihat signifikan.

    “Promosi kami masih terbatas, terutama di media sosial dan platform digital. Ke depan, kami akan fokus memperkuat promosi digital agar kegiatan ini bisa dikenal lebih luas, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pesta Laut Pesisir Nusantara merupakan tradisi tahunan masyarakat Kuala Samboja sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang melimpah dan pelestarian budaya leluhur.

    Tradisi ini mencakup berbagai prosesi adat seperti injak bara api, malarung—yaitu pelarungan sesajen ke laut sebagai bentuk persembahan kepada penguasa laut—serta berlimbur yang melambangkan penyucian diri dan solidaritas sosial.

    Ratusan perahu nelayan ikut serta dalam ritual melarung, sementara masyarakat menyaksikan rangkaian pertunjukan seni budaya khas pesisir.

    Usman berharap, melalui pelestarian budaya pesisir, masyarakat Samboja bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan IKN dengan tetap menjaga jati diri dan warisan budayanya.

    “Budaya pesisir ini tidak boleh hilang, bahkan harus menjadi bagian dari kekuatan sosial dan ekonomi dalam mendukung identitas Nusantara,” pungkasnya. (Adv)

    IKN Lurah Kuala Samboja Nusantara Pesta Laut Samboja Usman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026

    Tekankan Pengawasan Orang Asing, Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci

    April 8, 2026

    Budaya Digital Kian Menguat, Faisal Ingatkan Pemuda Soal Dampak dan Peluang

    April 7, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Ratu ArifanzaMei 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah rutinitas yang padat dan gaya hidup serba cepat, banyak orang…

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.