Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    Mei 26, 2026

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Layanan Rujukan di Rumah Sakit Paling Banyak Serap Anggaran Kesehatan
    Pemkot Samarinda

    Layanan Rujukan di Rumah Sakit Paling Banyak Serap Anggaran Kesehatan

    RidhoBy RidhoFebruari 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat ditemui awak media (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Layanan kesehatan rujukan di rumah sakit menjadi sektor yang paling banyak menyerap anggaran kesehatan dibandingkan layanan primer. Tingginya biaya tersebut dipengaruhi kebutuhan peralatan medis, sarana, dan prasarana yang kompleks.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ismed Kusasih saat menjawab pertanyaan awak media terkait jenis penyakit atau layanan kesehatan yang paling membebani anggaran.

    Ismed menjelaskan, secara umum pelayanan kesehatan terbagi menjadi dua yakni pelayanan primer dan pelayanan rujukan.

    Menurutnya, pembiayaan terbesar umumnya berada pada layanan rujukan di rumah sakit karena membutuhkan dukungan peralatan medis serta sarana dan prasarana yang lebih kompleks.

    “Pelayanan itu ada dua, pelayanan di primer dan rujukan. Nah biasanya kalau yang paling menyedot pasti biaya di rujukan. Rujukan di rumah sakit. Karena di rumah sakit ini kan pasti membutuhkan peralatan, kemudian macam-macam sarana di sana,” ujar Ismed, Selasa, 24 Februari 2026.

    Selain hal itu, ia juga memberikan salah satu contoh kasus penyakit yang membutuhkan biaya besar adalah gagal ginjal. Pasien dengan kondisi tersebut harus menjalani terapi cuci darah secara rutin yang tentu memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit.

    “Contohnya kayak gagal ginjal, nah itu biaya cuci darahnya kan sekian dan besar,” jelasnya.

    Meski demikian, Ismed menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menekan tingginya pembiayaan kesehatan. Ia menyebut prinsip dasar dalam ilmu kedokteran yang hingga kini masih relevan adalah mencegah lebih baik daripada mengobati.

    “Jadi pakemnya ilmu kedokteran itu tidak berubah sampai sekarang menerapkan slogan yakni, mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, ia menilai penguatan layanan kesehatan primer harus menjadi prioritas. Layanan primer yang dimaksud berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas dan klinik.

    Menjelang mengakhiri pernyataan, ia menyampaikan di tingkat layanan primer terdapat pendekatan promotif dan preventif, seperti promosi kesehatan kepada masyarakat serta program vaksinasi dan upaya pencegahan lainnya.

    “Makanya sekarang memperkuat layanan primer itu yang harus diutamakan. Nah layanan primer di mana? Di Puskesmas, di klinik. Karena di sana ada promotif, ada preventif. Promosi kesehatan, preventif pada vaksinasi, macam-macam,” pungkasnya.

    Dengan penguatan layanan primer, diharapkan angka rujukan ke rumah sakit dapat ditekan sehingga pembiayaan kesehatan dapat lebih efisien dan berkelanjutan.

     

    Anggaran Kesehatan Dinas Kesehatan Samarinda Ismed Kusasih Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Mengurai Benang Kusut Mitos Kesehatan: Panduan Hidup Sehat Tanpa Cemas Ala dr Tirta

    Mei 17, 2026

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Mei 10, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    April 15, 2026

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    April 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    R’syaMei 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN (Lembaga Administrasi Negara) RI…

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026
    1 2 3 … 3,107 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.