Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    Juli 10, 2026

    Efisiensi Anggaran Pemerintah Berpengaruh Signifikan, Terhadap Industri Hotel Kaltim

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Kaltim Tegaskan RTH Tak Boleh Lagi Dialihfungsikan untuk Berjualan

    Juli 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Layanan Rujukan di Rumah Sakit Paling Banyak Serap Anggaran Kesehatan
    Pemkot Samarinda

    Layanan Rujukan di Rumah Sakit Paling Banyak Serap Anggaran Kesehatan

    RidhoBy RidhoFebruari 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat ditemui awak media (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Layanan kesehatan rujukan di rumah sakit menjadi sektor yang paling banyak menyerap anggaran kesehatan dibandingkan layanan primer. Tingginya biaya tersebut dipengaruhi kebutuhan peralatan medis, sarana, dan prasarana yang kompleks.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ismed Kusasih saat menjawab pertanyaan awak media terkait jenis penyakit atau layanan kesehatan yang paling membebani anggaran.

    Ismed menjelaskan, secara umum pelayanan kesehatan terbagi menjadi dua yakni pelayanan primer dan pelayanan rujukan.

    Menurutnya, pembiayaan terbesar umumnya berada pada layanan rujukan di rumah sakit karena membutuhkan dukungan peralatan medis serta sarana dan prasarana yang lebih kompleks.

    “Pelayanan itu ada dua, pelayanan di primer dan rujukan. Nah biasanya kalau yang paling menyedot pasti biaya di rujukan. Rujukan di rumah sakit. Karena di rumah sakit ini kan pasti membutuhkan peralatan, kemudian macam-macam sarana di sana,” ujar Ismed, Selasa, 24 Februari 2026.

    Selain hal itu, ia juga memberikan salah satu contoh kasus penyakit yang membutuhkan biaya besar adalah gagal ginjal. Pasien dengan kondisi tersebut harus menjalani terapi cuci darah secara rutin yang tentu memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit.

    “Contohnya kayak gagal ginjal, nah itu biaya cuci darahnya kan sekian dan besar,” jelasnya.

    Meski demikian, Ismed menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menekan tingginya pembiayaan kesehatan. Ia menyebut prinsip dasar dalam ilmu kedokteran yang hingga kini masih relevan adalah mencegah lebih baik daripada mengobati.

    “Jadi pakemnya ilmu kedokteran itu tidak berubah sampai sekarang menerapkan slogan yakni, mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, ia menilai penguatan layanan kesehatan primer harus menjadi prioritas. Layanan primer yang dimaksud berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas dan klinik.

    Menjelang mengakhiri pernyataan, ia menyampaikan di tingkat layanan primer terdapat pendekatan promotif dan preventif, seperti promosi kesehatan kepada masyarakat serta program vaksinasi dan upaya pencegahan lainnya.

    “Makanya sekarang memperkuat layanan primer itu yang harus diutamakan. Nah layanan primer di mana? Di Puskesmas, di klinik. Karena di sana ada promotif, ada preventif. Promosi kesehatan, preventif pada vaksinasi, macam-macam,” pungkasnya.

    Dengan penguatan layanan primer, diharapkan angka rujukan ke rumah sakit dapat ditekan sehingga pembiayaan kesehatan dapat lebih efisien dan berkelanjutan.

     

    Anggaran Kesehatan Dinas Kesehatan Samarinda Ismed Kusasih Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan, RSUD AWS Libatkan Publik Susun Standar Pelayanan

    Juli 8, 2026

    Ismail Latisi Minta Pemerintah Tak Hanya Obati HIV Tapi Cegah Kasus Baru

    Juli 2, 2026

    Dinkes Kaltim Tekankan Pentingnya Perencanaan Keluarga Sehat Sejak Pra Nikah

    Juni 29, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    SittiJuli 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Alokasi anggaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda…

    Efisiensi Anggaran Pemerintah Berpengaruh Signifikan, Terhadap Industri Hotel Kaltim

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Kaltim Tegaskan RTH Tak Boleh Lagi Dialihfungsikan untuk Berjualan

    Juli 10, 2026

    Kerap Picu Insiden, Perbaikan Lampu Jalan Jembatan Achmad Amins Mulai Dilelang Bulan Depan

    Juli 10, 2026

    Menghapus Perpeloncoan Saja Tak Cukup, MPLS Ramah 2026 Darurat Kekerasan Seksual

    Juli 10, 2026
    1 2 3 … 3,204 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.