Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Lamin, Warisan Budaya Desa Lekaq Kidau, Simbol Kejayaan dan Identitas Suku Dayak
    Diskominfo Kukar

    Lamin, Warisan Budaya Desa Lekaq Kidau, Simbol Kejayaan dan Identitas Suku Dayak

    VinsensiusBy VinsensiusApril 23, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Camat Sebulu Edy Fahruddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar– Di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman, Desa Lekaq Kidau di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara tetap memegang erat akar budayanya melalui keberadaan lamin, rumah adat khas Dayak yang menjadi kebanggaan sekaligus aset budaya yang sangat bernilai.

    Rumah adat lamin bukan sekadar bangunan kayu tradisional. Dengan struktur yang kokoh dan ornamen ukiran etnik yang memukau, lamin menjadi pusat dari berbagai kegiatan adat dan sosial masyarakat. Fungsinya bukan hanya sebagai tempat tinggal kolektif, namun juga sebagai tempat permusyawaratan dan pertemuan adat yang sarat makna filosofis.

    Dalam sebuah wawancara usai kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kutai Kartanegara Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Bappeda pada Selasa, 22 April 2025, Camat Sebulu Edy Fahruddin menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya lokal, termasuk melalui pelestarian Lamin.

    “Kami terus mengupayakan bahwa terbentuknya desa budaya ini artinya harus ada budaya yang harus kita tampilkan,” ujar Edy Fahruddin.

    Ia menyoroti lamin sebagai salah satu aset budaya yang layak untuk terus dijaga dan bahkan ditingkatkan kondisinya agar dapat menjadi daya tarik wisata dan juga pusat pembelajaran budaya.

    Lebih lanjut, Edy menceritakan bahwa Desa Lekaq Kidau kerap menjadi destinasi kunjungan dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan alumni dari Bupati Kutai Kartanegara.

    “Mereka datang pakai kapal, waktu itu ada festival di sana. Saya sampaikan ke perangkat desa, lamin ini luar biasa nilainya. Saya minta untuk diusulkan rehab, baik itu atapnya maupun pengecatan ornamen-ornamennya,” tambahnya.

    Reaksi dari para pengunjung pun tak kalah membanggakan. Banyak dari mereka yang takjub dan mengaku baru pertama kali menyaksikan budaya Dayak yang begitu kuat dalam bentuk fisik dan nilai-nilai yang terkandung di dalam Lamin.

    “Ya luar biasa, mereka belum pernah menyaksikan seperti itu,” kata Edy.

    Ia menekankan bahwa lamin bukan hanya simbol budaya, namun juga ruang nyata bagi masyarakat adat untuk berkumpul dan bermusyawarah, yang menjadikan keberadaannya sangat penting dalam tatanan sosial masyarakat Desa Lekaq Kidau.

    Pelestarian lamin, menurut Edy, sejalan dengan visi desa budaya yang tengah diupayakan oleh pemerintah kecamatan. Dukungan dari pemerintah daerah sangat diharapkan, terutama dalam aspek rehabilitasi fisik dan penguatan nilai-nilai budaya yang dapat dimasukkan dalam agenda pembangunan jangka panjang.

    “Lamin itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol jati diri dan warisan leluhur yang harus kita rawat bersama. Jika kita biarkan rusak, kita kehilangan bagian dari sejarah dan identitas kita sendiri,” ujar Edy dengan penuh semangat.

    Desa Lekaq Kidau kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata budaya yang menjanjikan. Potensi ini tentu akan semakin meningkat bila didukung oleh infrastruktur yang memadai dan promosi yang tepat sasaran.

    Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait, lamin dapat menjadi pusat kegiatan budaya yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali dalam denyut kehidupan masyarakat modern.

    Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita ikut menjaga lamin dan segala nilai luhur yang dikandungnya. Karena melalui rumah adat ini, kita belajar tentang kebersamaan, musyawarah, dan kehidupan yang selaras dengan alam. Nilai-nilai yang sangat relevan untuk masa kini dan masa depan. (Adv)

    Desa Lekaq Kidau Edy Fahruddin Kukar Lamin Musrenbang RKPD Suku Dayak
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Vinsensius

    Related Posts

    Samarinda Utara Jadi Gerbang Logistik Kaltim, DPRD Soroti Infrastruktur dan Stunting

    Februari 11, 2026

    Musrenbang Samarinda Utara Prioritaskan Drainase dan Targetkan Zero Stunting 2027

    Februari 11, 2026

    Musrenbang Samarinda Ilir Dikawal DPRD, Skala Prioritas Jadi Penekanan

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026

    Polemik Drainase Waterfront City Mandak Belasan Tahun, Camat Samarinda Ulu Janji Kawal Ulang Skala Prioritas

    Februari 3, 2026

    Tak Ingin Usulan Warga Menguap, Iswandi Minta Camat dan Lurah Samarinda Ulu Cerdas Cari Anggaran Non-APBD

    Februari 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.