Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026

    Sengketa Sertifikat Nasabah BTN Berlarut 15 Tahun, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Penyelesaian

    September 1, 2026

    Antisipasi Kabut Asap, Ribuan Masker Dibagikan Gratis kepada Pelajar Samarinda

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Kurikulum Darurat Diluncurkan, Bontang Tetap Pakai Kurikulum 2013
    Diskominfo Bontang

    Kurikulum Darurat Diluncurkan, Bontang Tetap Pakai Kurikulum 2013

    AdminBy AdminOktober 1, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Kepala Sekolah SD 01 Bontang Utara Yani Astutik, saat memberikan keterangan persnya di Aula Autis crisis center, kamis (1/10/2020)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Mohammad- Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (Kabid Dikdas) Saparudin memberikan penjelasan terkait penerapan kurikulam untuk Bontang. Dinas memberikan kelonggaran kepada guru untuk menerapkan kurikulum sesuai kondisi yang di hadapi.

    “Kami memberikan kelonggaran kepada guru untuk menerapkan kurikulum sesuai kondisi yang dihadapi,” ungkapnya kepada insitekaltim.com Kamis (1/10/2020).

    Menurut Saparudin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

    Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat mengacu pada kurikulum nasional, dapat juga menggunakan kurikulum darurat dan melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

    “Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” terang Saparudin saat penyerahan piagam penghargaan dan SK kepada tim penyusun LKS di Aula Autis Center Bontang.

    Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional.

    Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. sehingga guru dan siswa dapat fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi pra syarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

    “Yang kami maksud kurikulum esensial adalah kondisi disekitar siswa. realitas sehari-hari yang dialami. Contoh, di Bontang tidak ada kereta Api, siswa disini hanya diberikan pengertian secukupnya,” tegas Saparudin.

    Sebagai guru, Yani Astutik, M.Pd sangat memahami kondisi kesulitan siswanya. Untuk membantu siswa yang terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal. Ia rela meluangkan waktunya untuk mendatangi ke rumah siswa masing-masing dan membentuk tim yang bertugas bergantian dalam mendatangi siswa.

    “Selain pembelajaran jarak jauh, kami juga mendatangi rumah siswa untuk membantu kesulitan dalam pembelajaran yang di hadapi,” ungkapnya.

    Kepala Sekolah SDN 01 Bontang Utara ini masih menerapan kurikul 2013 (k13) yang direvisi 2017. Menurutnya, buku guru dan buku siswa masih mengacu pada kurikulum 2013.

    “Untuk kurikulum darurut belum memiliki buku atau sumber bahan. Kami masih menggunakan kurikulum K13 murni,” tambahnya.

    Ibu yang satu ini disekolahnya masih menerapkan kurikulum 2013 murni. Namun penerapannya disederhanakan. Seperti mengurangi penugasan psikomotor (prakteknya) untuk siswa.

    “Karena selama ini untuk praktek harus ada panduan dari guru. Akan berbeda praktek dengan menggunakan vidio dan dan paraktek langsung,”pesannya

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Antisipasi Kabut Asap, Ribuan Masker Dibagikan Gratis kepada Pelajar Samarinda

    September 1, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Hadapi Ancaman Karhutla, Celni Ingatkan Posko Relawan Jadi Garda Terdepan

    Agustus 31, 2026

    PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Rampung, DPR Pasang Target 15 Desember

    Agustus 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Citra Niaga Jadi Kantong Parkir

    Agustus 29, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    Ratu ArifanzaSeptember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) DPRD Kalimantan Timur…

    Sengketa Sertifikat Nasabah BTN Berlarut 15 Tahun, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Penyelesaian

    September 1, 2026

    Antisipasi Kabut Asap, Ribuan Masker Dibagikan Gratis kepada Pelajar Samarinda

    September 1, 2026

    Baru Dibuka, Fasilitas Teras Samarinda Tahap II Sudah Ada yang Hilang

    Agustus 31, 2026

    Kementerian HAM Ingatkan Risiko AI hingga Pembangunan terhadap Masyarakat Menuju 2036

    Agustus 31, 2026
    1 2 3 … 3,311 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.