Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    Oktober 24, 2026

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak
    DPRD Kaltim

    Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak

    AminahBy AminahJuli 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil ditekan secara signifikan. Dari sebelumnya 27,1 persen pada 2022, kini turun menjadi 14,2 persen pada 2024. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, yang menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama, terutama peran aktif ketua RT di tingkat paling bawah.

    “Menurut saya, capaian ini tidak lepas dari peran kawan-kawan ketua RT se-Kukar. Mereka adalah ujung tombak aktivasi pembinaan dan sosialisasi stunting, juga kemiskinan dan masalah sosial lainnya,” ujar Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim itu, Selasa, 1 Juli 2025.

    Meski mengapresiasi capaian tersebut, Salehuddin mengingatkan agar euforia keberhasilan penurunan stunting tidak membuat semua pihak lengah. Ia menyoroti angka kematian ibu dan anak di Kukar yang masih tergolong tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim.

    “Stunting memang sudah turun, tapi jangan lupa, angka kematian ibu dan anak di Kutai Kartanegara masih termasuk yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Kaltim,” tegas politisi Partai Golkar itu.

    Salehuddin juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Menurutnya, banyak persoalan mendasar yang bermuara pada kondisi keluarga, mulai dari stunting, kemiskinan, perceraian, hingga kematian ibu dan anak.

    “Banyak persoalan muncul dari keluarga. Karena itu, kita harus benar-benar serius menerapkan Perda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga Provinsi Kaltim,” katanya.

    Ia menambahkan, perbaikan gizi dan kesehatan anak harus menjadi prioritas dalam jangka panjang agar mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan kuat, target pembangunan nasional dapat tercapai secara optimal.

    “Maka, sinergi antar OPD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus diperkuat agar angka stunting terus ditekan, dan persoalan kesehatan ibu serta anak juga bisa diselesaikan,” lanjutnya.

    Menurut Salehuddin, keberhasilan menurunkan stunting hingga 14,2 persen di Kukar adalah modal besar untuk mendorong daerah lain di Kaltim agar bisa mengikuti jejak serupa. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai selama masih ada tantangan besar di bidang kesehatan lainnya.

    “Menurunkan stunting adalah langkah besar, tapi kita tidak boleh abai pada masalah lain seperti angka kematian ibu dan anak. Itu PR kita bersama,” tutupnya.

    OPD Salehuddin Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    SintaOktober 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kemunculan patok-patok baru di sejumlah lahan yang terbakar memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas…

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026

    Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Kelurahan Selili Fasilitasi Reviu APIP

    Oktober 24, 2026

    Transfer Pusat Turun 43,38 Persen, Pemkot Samarinda Dituntut Jaga Perputaran Ekonomi Daerah

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,405 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.