Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Oktober 4, 2026

    Elementor #89056

    Oktober 4, 2026

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»KSP Al Fattah Gandeng KPEKI Salurkan Modal Produktif Rp50 Miliar untuk UKM
    Ekonomi

    KSP Al Fattah Gandeng KPEKI Salurkan Modal Produktif Rp50 Miliar untuk UKM

    Adit MustafaBy Adit MustafaJuli 11, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta – Koperasi Simpan Pinjam Al Fattah Indonesia Internasional (KSP Al Fattah) berhasil memperoleh dana pinjaman tanpa jaminan dari platform teknologi finansial (fintech) terkemuka Singapura.

    Dana ini kemudian disalurkan melalui Koperasi Pemasaran Ekonomi Kerakyatan Indonesia (KPEKI) untuk mendukung berbagai program ekonomi kerakyatan, terutama di bidang ketahanan pangan.

    Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh kedua belah pihak di Jakarta pada Senin (8/7/2024).

    Penyaluran dana ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta sektor produktif lainnya.

    Detail perjanjian kerja sama itu meliputi jumlah pinjaman dan syarat penyaluran yang terdiri dari total dana yang dipinjamkan oleh fintech kepada KSP Al Fattah sebesar Rp50 miliar. Dana tersebut akan disalurkan oleh KPEKI kepada anggota KSP Al Fattah dengan tenor pinjaman maksimal 24 bulan.

    Poin kedua yaitu, penggunaan dana pinjaman ini akan difokuskan pada pembiayaan sektor UKM, pertanian, perdagangan dan industri kreatif. Setiap anggota KPEKI yang menerima pinjaman wajib menyampaikan rencana penggunaan dana secara rinci dan transparan.

    Selanjutnya, poin ketiga yaitu proses pengajuan dan persetujuan. Anggota KPEKI dapat mengajukan pinjaman melalui KSP Al Fattah. KPEKI akan melakukan verifikasi dan penilaian kelayakan terhadap setiap pengajuan pinjaman. Setelah disetujui, dana akan langsung disalurkan ke rekening anggota yang bersangkutan dalam waktu 14 hari kerja setelah data lengkap.

    Terakhir, poin monitoring dan evaluasi, KPEKI dan KSP Al Fattah akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan dana digunakan sesuai dengan tujuan. Evaluasi kinerja dan laporan keuangan harus disampaikan setiap tiga bulan sekali kepada fintech dan pihak terkait.

    Ketua KSP Al Fattah Regional Jakarta Bong Maya Fransisca menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi ekonomi masyarakat kecil dan menengah.

    “Dengan dukungan dana tanpa jaminan ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggota kami,” ungkap Maya.

    Menanggapi hal yang sama, Ketua Koperasi Pemasaran Ekonomi Kerakyatan Indonesia Rischan Bahtiar
    menyambut antusias kerja sama ini.

    “Penyaluran dana ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka,” jelasnya.

    Fazhra Fawwaz Al Firman perwakilan dari fintech Singapura menegaskan komitmen mereka untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

    “Melalui kerja sama dengan KSP Al Fattah dan KPEKI, kami yakin dana ini akan tepat sasaran dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Kami berharap KPEKI dapat bersinergi untuk memenuhi kewajiban yang diminta oleh pihak fintech,” ungkapnya.

    Kerja sama ini diharapkan menjadi model bagi koperasi-koperasi lainnya di Indonesia. Dengan adanya akses terhadap dana pinjaman tanpa jaminan, diharapkan akan lebih banyak usaha kecil dan menengah yang berkembang dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

    Ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat inklusi keuangan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat.

    Melalui kerja sama ini, diharapkan pula akan tercipta sinergi yang baik antara sektor keuangan formal dan informal, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

    Bong Maya Fransisca KSP Al Fattah Rischan Bahtiar UKM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    September 29, 2026

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    ArumOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih…

    Elementor #89056

    Oktober 4, 2026

    Oktober 4, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    Oktober 4, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026
    1 2 3 … 3,374 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.