Insitekaltim, Kukar – Ikatan Mahasiswa Muara Badak (IMABA) menyoroti belum meratanya pembangunan di Kecamatan Muara Badak, meski wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu penyumbang pendapatan daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua IMABA Andi Riski Lukman menilai, kontribusi besar Muara Badak dari sektor sumber daya alam belum sejalan dengan pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Muara Badak punya kontribusi besar bagi daerah, tetapi perkembangan pembangunannya belum terlihat signifikan,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.
Ia mengungkapkan dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar yang mencapai sekitar Rp7 triliun pada tahun 2026, pemerintah daerah perlu lebih terbuka dalam menyampaikan distribusi anggaran, khususnya untuk wilayah Muara Badak.
“Kami berharap ada transparansi anggaran agar masyarakat tahu sejauh mana perhatian pemerintah terhadap pembangunan di Muara Badak,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai persoalan mendasar masih dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi infrastruktur hingga keterbatasan fasilitas umum di sejumlah desa. Hal ini dinilai belum mencerminkan pemerataan pembangunan yang seharusnya.
Sebagai langkah konkret, IMABA juga mendorong dilaksanakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah dan DPRD Kukar untuk membahas secara terbuka alokasi anggaran bagi Muara Badak.
“Kalau bisa dilakukan RDP itu lebih baik, sehingga kita bisa mengetahui secara pasti berapa anggaran yang dialokasikan untuk Muara Badak,” jelasnya.
Andi Riski menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan pembangunan daerah.
“Kami ingin pembangunan bisa dirasakan secara adil, terutama bagi daerah yang selama ini berkontribusi besar,” tambahnya.
IMABA pun berharap ke depan Muara Badak tidak hanya menjadi daerah penghasil tetapi juga dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata dan berkelanjutan.
“Harapannya pembangunan di Muara Badak bisa lebih diperhatikan agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” pungkasnya.

