Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, Andi Harun: Beban APBN Akan Signifikan
    Pemkot Samarinda

    Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, Andi Harun: Beban APBN Akan Signifikan

    RidhoBy RidhoMaret 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menyampaikan sambutannya (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan adanya potensi dampak serius terhadap perekonomian nasional akibat meningkatnya harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz.

    Teks: Wali Kota Samarinda bersama wakilnya menghadiri rapat koordinasi dengan Kapolresta Samarinda dan KSOP Samarinda (Insitekaltim/Ridho Wardhana)

    Menurut orang nomor satu di Kota Tepian itu, kenaikan harga minyak dunia yang saat ini mencapai sekitar 108 dolar Amerika Serikat per barel, telah melampaui batas psikologis yang selama ini menjadi acuan ketahanan fiskal Indonesia.

    “Pada kondisi sebelum konflik, harga minyak dunia berada di kisaran 72 dolar per barel. Namun saat ini sudah mencapai sekitar 108 dolar per barel, bahkan sempat menyentuh 110 dolar,” ujarnya Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, secara psikologis kemampuan fiskal Indonesia berada pada rentang harga minyak sekitar 72 hingga 80 dolar per barel. Ketika harga melampaui angka tersebut, beban terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan meningkat signifikan.

    Andi Harun menyebutkan bahwa kondisi tersebut sudah mulai terlihat dari laporan pemerintah pusat. Berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan, saat ini defisit APBN telah mencapai sekitar 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara dengan Rp135,7 triliun.

    “Ini sudah fakta. APBN kita sudah mengalami defisit sekitar 0,53 persen dari PDB atau sekitar Rp135,7 triliun. Artinya tekanan terhadap fiskal negara mulai terasa,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan jika konflik di Timur Tengah berlanjut dan penutupan Selat Hormuz tidak segera dibuka, maka dampaknya terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia akan semakin besar.

    Menurutnya, pemerintah pusat bahkan memperkirakan defisit APBN dapat meningkat hingga 3,6 hingga 4 persen dari PDB jika harga minyak terus melonjak dalam waktu yang cukup lama.

    “Kalau situasi perang tidak berhenti dan harga minyak terus meningkat, maka defisit APBN kita bisa mencapai 3,6 sampai 4 persen dari PDB,” katanya.

    Dalam kondisi tersebut, Andi Harun menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Salah satu opsi yang kemungkinan ditempuh adalah penyesuaian kebijakan energi, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

    “Kalau kondisi ini terus berlanjut, salah satu langkah yang mungkin diambil pemerintah adalah melakukan penyesuaian kebijakan energi, yang artinya harga BBM bisa saja naik,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia juga mengingatkan tekanan ekonomi sering kali berpengaruh pada kondisi sosial di masyarakat. Penurunan daya beli dinilai berpotensi memicu meningkatnya angka kriminalitas.

    “Gejalanya sebenarnya sudah mulai terlihat. Ada kasus pencurian kabel hingga baut jembatan yang terjadi di beberapa tempat. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya.

    Oleh karena itu, sebagai kepala daerah ia menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global yang berpotensi berdampak langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di daerah.

    “Kita sebagai kepala daerah tentu harus memperhatikan perkembangan ini, karena dampaknya bisa sampai ke daerah. Yang jelas hari ini faktanya APBN kita sudah mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia,” pungkasnya.

     

    Andi Harun Harga Minyak Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    Warga Kukar Protes Sodetan, Andi Harun Hentikan Pekerjaan Sementara

    September 24, 2026

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    Pemadaman Listrik Ancam Aktivitas Dagang, Pemkot Siapkan Genset di Pasar Pagi

    September 24, 2026

    Akses Sanitasi Samarinda Capai 78 Persen, Pemkot Kejar Kesenjangan Layanan hingga 2030

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    Ratu ArifanzaSeptember 27, 2026

    Insitekaltim, ​Jakarta – Dalam lanskap komunikasi kesehatan masyarakat, perdebatan mengenai kebiasaan merokok sering kali terjebak…

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    PAD Kaltim Dikoreksi Rp1,89 Triliun, Pendapatan Daerah 2026 Turun Jadi Rp13,36 Triliun

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,365 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.