Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Pelayanan Kesehatan, SPM Tetap Sesuai Target

    Juli 10, 2026

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    Juli 9, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Komisi II DPRD Samarinda Bedah Cashflow dan Aset Pemkot, Dorong Optimalisasi PAD 2026
    Diskominfo Kaltim

    Komisi II DPRD Samarinda Bedah Cashflow dan Aset Pemkot, Dorong Optimalisasi PAD 2026

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi saat ditemui awak media usai kegiatan (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar hearing bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda di Kantor DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Senin, 9 Februari 2026. Rapat tersebut membahas evaluasi penutupan anggaran 2025 sekaligus proyeksi keuangan dan pengelolaan aset pemerintah kota pada 2026.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi mengatakan, diskusi difokuskan pada pembacaan awal kondisi keuangan daerah di awal tahun, termasuk kewajiban pemerintah kota yang harus diselesaikan pada 2026.

    “Diskusi tentunya dengan BPKAD terkait bagaimana tutup di 2025. Mumpung masih awal tahun, dari situ kita minta ke depan melihat cashflow proyek satu tahun ke depan, karena kita tahu ada beberapa proyek yang menjadi utang pemerintah kota di 2025 dan tentunya harus dibayar di 2026,” ujarnya usai hearing.

    Ia menegaskan, pihaknya meminta adanya penyisihan anggaran yang jelas serta peninjauan ulang terhadap proyek-proyek yang dinilai belum mendesak.

    “Ada proyek yang tidak urgent harusnya jangan dikerjakan dulu atau bagaimana,” katanya.

    Dalam rapat tersebut, Komisi II juga menanyakan keberadaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebagai modal awal pemerintah daerah. Dari pemaparan BPKAD, SiLPA Pemerintah Kota Samarinda tercatat sebesar Rp78 miliar.

    Selain itu, Komisi II turut menyoroti catatan-catatan yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan pemerintah kota. Menurutnya, catatan tersebut tidak boleh hanya menjadi formalitas semata.

    “Kalau bicara laporan keuangan, termasuk beberapa laporan dari BPK. Apakah catatan itu sudah dijalankan, jangan hanya menjadi catatan. Saya baca semua laporan yang ada, termasuk laporan akuntansinya,” tegasnya.

    Pembahasan kedua difokuskan pada pengelolaan aset daerah. Komisi II meminta data aset pemerintah kota diklasifikasikan secara lebih jelas, khususnya aset yang tidak digunakan atau menganggur.

    “Kita minta bagaimana diklasifikasikan aset pemerintah kota. Mana saja yang nganggur, yang tidak digunakan. Siapa tahu nanti bisa dikerjasamakan dengan BUMD untuk peningkatan PAD,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Komisi II juga meminta penjelasan mengenai aset yang telah dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Kerja sama tersebut akan dianalisis untuk memastikan apakah benar-benar menguntungkan atau justru merugikan daerah.

    Poin ketiga yang dibahas adalah aset-aset pemerintah kota yang masih bermasalah secara hukum maupun administrasi. Komisi II menekankan pentingnya pemetaan menyeluruh sebagai dasar peningkatan pendapatan daerah.

    “Kita harus tahu semua statusnya bagaimana, penanganannya sampai mana. Untuk peningkatan PAD, pemetaan aset itu penting,” ujarnya.

    Ia pun meminta kerja sama aktif dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), agar fungsi pengawasan DPRD dapat berjalan seiring dengan kinerja eksekutif.

    “Jangan sampai kita sebagai pengawas sesuai tupoksi mau lari kencang, tapi OPD jalannya lambat. Kasihan wali kotanya,” pungkasnya.

     

    BPKAD Samarinda DPRD Samarinda Iswandi SiLPA
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Pelayanan Kesehatan, SPM Tetap Sesuai Target

    Nur AjijahJuli 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan, pelayanan…

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    Juli 9, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026
    1 2 3 … 3,203 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.