Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Ketua DPRD Kaltim Buka Suara soal Isu Mutasi Sekwan
    DPRD Kaltim

    Ketua DPRD Kaltim Buka Suara soal Isu Mutasi Sekwan

    SittiBy SittiAgustus 5, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud akhirnya angkat bicara menanggapi isu mutasi Sekretaris DPRD (Sekwan) Norhayati Usman yang mencuat belakangan ini. Isu itu muncul di tengah sorotan atas lemahnya koordinasi antara Sekretariat Dewan dan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama terkait ketidakhadiran pejabat eksekutif dalam sejumlah rapat paripurna.

    “Kalau memang mau diganti, ya silakan bersurat. Kami pasti tanggapi. Tapi sekarang belum ada surat resmi atau komunikasi formal dari pemprov,” ujarnya usai Rapat Paripurna ke-28 DPRD Kaltim, Senin 4 Agustus 2025.

    Menurut Hasanuddin, sejauh ini tidak ada masalah serius yang bisa menjadi alasan kuat untuk mengganti Sekwan. Ia justru menilai Norhayati masih aktif menjalankan tugas, termasuk menjabat sebagai Sekretaris Badan Anggaran (Banggar), posisi penting dalam pembahasan APBD Perubahan dan APBD Murni 2026.

    “Kalau tidak ada Sekretaris, kita bisa bingung sendiri. Saat ini beliau masih menjabat dan masih dibutuhkan dalam proses penyusunan anggaran,” katanya.

    Sorotan publik terhadap kinerja Sekwan bermula dari ketidakhadiran Gubernur atau pejabat tinggi eksekutif dalam sejumlah paripurna. Beberapa rapat hanya dihadiri staf ahli Gubernur, yang dianggap kurang representatif dalam forum resmi tingkat tinggi seperti Rapat Paripurna DPRD.

    “Paripurna ini kan forum tertinggi. Kalau Gubernur berhalangan, mestinya didelegasikan ke Wakil Gubernur, Sekda, atau Asisten. Tapi kalau yang datang hanya staf ahli, ya muncul kesan tidak maksimal,” tambah Hasanuddin.

    Ia membantah tudingan bahwa DPRD tidak memberikan pemberitahuan jadwal rapat secara jelas. Menurutnya, agenda paripurna telah diagendakan sebulan sebelumnya melalui Badan Musyawarah (Banmus), disampaikan seminggu sebelum acara, dan diingatkan kembali tiga hari sebelum pelaksanaan.

    “Jadi tidak ada alasan soal jadwal mendadak,” tegasnya.

    Menanggapi apakah telah disiapkan pengganti Norhayati, Hasanuddin menegaskan bahwa kewenangan penuh tetap berada di tangan pemerintah provinsi. Namun, ia mengingatkan pentingnya komunikasi antarlembaga dalam proses tersebut.

    “Kalau ada calon, ya komunikasikan saja. Kami tinggal approve secara prosedural,” ujarnya.

    Apalagi, menurut dia, masa jabatan Norhayati juga tinggal lima bulan lagi karena akan memasuki masa pensiun. “Kalau pun perlu dipersiapkan pengganti, waktunya masih cukup. Tidak perlu buru-buru,” katanya.

    Sementara itu, Norhayati Usman saat dimintai tanggapan menyatakan bahwa dirinya tetap bekerja seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh isu tersebut.

    “Enggak ada masalah. Semua baik-baik saja. Saya kemarin hanya izin karena sakit, bukan cuti. Semua aman,” ujarnya singkat.

    Sebelumnya, kritik terbuka disampaikan oleh Anggota DPRD Kaltim Syahriah Mas’ud, yang menilai bahwa koordinasi Sekwan dengan Pemprov Kaltim belum maksimal. Ia menilai hal itu berdampak pada tidak optimalnya pelaksanaan sejumlah agenda dewan.

    “Kalau rapat penting hanya dihadiri staf ahli, itu bukan hanya soal prosedur, tapi soal penghormatan terhadap lembaga,” tegas Syahriah.

    Isu mutasi Sekwan kini menjadi perhatian publik, meskipun belum ada keputusan resmi. Namun DPRD Kaltim menegaskan, langkah apapun yang diambil harus tetap melalui jalur komunikasi kelembagaan dan tidak menimbulkan gangguan terhadap agenda-agenda strategis, khususnya pembahasan anggaran.

    APBD Banggar Hasanuddin Mas'ud Norhayati Usman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026

    Hasanuddin Mas’ud Bongkar Potensi PAD Kaltim dari Pajak Alat Berat hingga Air Permukaan

    Agustus 10, 2026

    Andi Harun: Berdosa Jika APBD Besar, tapi Manfaatnya Minim bagi Masyarakat

    Agustus 2, 2026

    Jaga Kesehatan Fiskal Samarinda, Andi Harun Pilih Efisiensi Ketimbang Utang

    Juli 30, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    Juli 15, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Andika SaputraAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) meluncurkan Unit Reaksi Cepat (URC) jajaran…

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.