Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Ketika Gasing Mulai Hilang dari Permainan Anak, Guru di Long Kali Memilih Bertindak
    Lifestyle

    Ketika Gasing Mulai Hilang dari Permainan Anak, Guru di Long Kali Memilih Bertindak

    R’syaBy R’syaJuli 8, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Proses pembuatan gasing dengan menggunakan bahan kayu ulin (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Paser – Permainan gasing yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak di Kabupaten Paser kini semakin jarang dimainkan. Di tengah berkurangnya minat generasi muda terhadap permainan tradisional, seorang guru di SMAN 1 Long Kali memilih mengambil peran agar warisan budaya tersebut tidak benar-benar hilang.

    Teks: Proses pembuatan gasing secara mandiri di kediaman Manaf dengan menggunakan bahan kayu ulin (Insitekaltim/R’sya)

    Sidik Abdul Manaf, guru berusia 30 tahun itu mulai merakit gasing secara mandiri menggunakan peralatan sederhana di rumahnya. Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta jurusan Seni Kriya tersebut mengaku terdorong setelah melihat semakin sedikit anak-anak yang mengenal gasing, bahkan tidak mengetahui cara memainkannya.

    “Anak-anak sekarang sudah banyak yang tidak mengenal gasing, bahkan tidak banyak yang tahu lagi cara memainkannya. Saya juga melihat mulai ada lagi lomba-lomba permainan tradisional daerah, jadi ini bisa menjadi peluang untuk mengenalkan kembali gasing,” ujarnya di Paser, Rabu, 8 Juli 2026.

    Bagi Sidik, membuat gasing bukan sekadar menghasilkan produk kerajinan. Ia ingin menghadirkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Paser yang mulai tergerus perkembangan zaman.

    Karena itu, ia tetap mempertahankan bentuk khas gasing Kalimantan. Sentuhan yang ia berikan hanya pada motif agar tampil lebih menarik tanpa menghilangkan ciri khasnya.

    “Kalau bentuknya mengikuti bentuk yang ada di Kalimantan. Perbedaannya hanya terdapat pada motif yang ada di gasingnya saja,” terangnya.

    Upaya tersebut mulai mendapat respons positif. Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru yang tahun ini digelar di Long Kali, sejumlah sekolah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Paser mulai memesan gasing buatannya untuk digunakan dalam perlombaan.

    “Untuk sementara baru dari sekolah-sekolah. Karena Long Kali menjadi tuan rumah Porseni, beberapa sekolah dari berbagai kecamatan di Paser memesan gasing kepada saya,” ungkapnya.

    Setiap gasing dijual dengan harga antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Harga tersebut dipengaruhi tingkat kesulitan pembuatan, terutama pada bagian roller di bawah gasing. Sementara bahan utamanya menggunakan kayu ulin yang dinilai memiliki bobot ideal untuk menghasilkan putaran yang stabil.

    “Kalau kayunya memakai ulin karena yang paling mudah didapat di sini dan bobotnya sesuai dengan kriteria gasing,” jelasnya.

    Saat ini pemasaran masih dilakukan secara mandiri melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Ke depan, ia berencana memperluas penjualan melalui platform daring agar jangkauannya semakin luas.

    Lebih jauh, Sidik berharap upaya kecil yang ia lakukan dapat memancing ketertarikan generasi muda terhadap permainan tradisional. Menurutnya, gasing bukan sekadar permainan masa lalu, melainkan juga telah berkembang menjadi cabang yang dipertandingkan di sejumlah daerah.

    Ia pun berencana menginisiasi kegiatan yang menghadirkan berbagai permainan tradisional, seperti gasing, sumpit, ketapel dan belogo. Harapannya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk kembali mengenal sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai ditinggalkan.

    “Mudah-mudahan banyak generasi muda yang mau mengenal dan bermain gasing. Ke depan saya ingin membuat kegiatan permainan tradisional supaya minat anak-anak tumbuh lagi dan budaya ini tetap terjaga,” pungkasnya.

     

    Budaya Gasing Guru Permainan Tradisional SMAN 1 Long Kali
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.