Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan proyek pengerjaan lampu Jembatan Achmad Amins (eks Jembatan Mahkota II) akan segera memasuki tahapan lelang fisik pada bulan depan.
Langkah ini diambil guna mengatasi kondisi bentang jembatan yang gelap gulita dan kerap memicu insiden fatal bagi pengendara di malam hari.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengonfirmasi, keterbatasan alokasi anggaran membuat pembenahan kali ini murni diprioritaskan untuk fungsi keselamatan mendasar, bukan aspek estetika visual jembatan.
“Jembatan Achmad Amins atau jembatan Mahkota 2 itu sedang dalam proses perencanaan pelelangan, itu sekitar kurang lebih 900,” kata Manalu usai RDP dengan Komisi III DPRD Samarinda, Kamis, 9 Juli 2026.
Pemerintah kota terpaksa memangkas rencana pemasangan lampu dekoratif berwarna-warni demi memastikan jalur utama kanan-kiri jembatan dapat menyala optimal terlebih dahulu.
“Tapi hanya untuk fokus lampu-lampu jalannya saja, bukan ke tematiknya lagi,” jelas Manalu.
Rencana taktis Dishub tersebut langsung mendapat kawalan ketat dari legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan bahwa urusan pencahayaan di jalur penghubung antar-wilayah ini merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut nyawa publik.
“Lampu jalan utamanya mudah-mudahan bisa hidup lagi. Tadi kami sudah sampaikan kepada Pak Kadis, ini salah satu atensi Komisi III terkait dengan Jembatan Mahkota karena banyaknya kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan terjadi di sepanjang jalan,” ujar Deni.
Legislatif meminta Dishub bergerak cepat memanfaatkan sisa waktu tahun anggaran berjalan.
“Artinya, sudah saatnya kita lakukan peremajaan di tiga ruas jalan ini tadi,” tambah Deni.
Lambatnya eksekusi fasilitas penunjang jalan ini berkolerasi dengan realisasi program kerja Dishub yang baru menyentuh kisaran 30 persen hingga pertengahan tahun, dari total plafon anggaran sekitar Rp79 miliar sekian.
Mandeknya serapan anggaran termasuk pada pos pengujian kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp29 miliar diklaim akibat banyaknya revisi administrasi terkait lokasi penempatan tiang lampu di lapangan.
“Dengan anggaran kurang lebih 79 miliar sekian itu Dinas Perhubungan telah melaksanakan capaian kinerja fisik dan keuangan di angka sekitar 30-an persen. Nah, itu tadi memang mereka banyak kegiatan rutin,” pungkasnya.

