Insitekaltim, Samarinda – Pembukaan kembali rute penerbangan Samarinda-Melak menjadi angin segar bagi konektivitas wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Kantor UPBU Kelas I Bandara APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan menilai, kehadiran rute tersebut cukup positif mengingat industri penerbangan saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan harga avtur.
Ia mengatakan keputusan maskapai dalam hal ini Wings Air untuk menambah layanan penerbangan patut diapresiasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang tidak mudah.
“Prinsipnya di tengah kondisi penerbangan yang sedang susah dengan naiknya harga avtur, tetapi dari pihak maskapai masih bisa melakukan penambahan rute Samarinda-Melak. Tentunya ini menjadi apresiasi bagi maskapai,” ujarnya melalui telepon WhatsApp belum lama ini.
Menurut Kadek, pembukaan kembali rute tersebut menunjukkan masih adanya optimisme terhadap potensi pasar penerbangan di Kaltim, khususnya untuk melayani mobilitas masyarakat antara Samarinda dan Kutai Barat.
Ia mengungkapkan pada penerbangan perdana tingkat keterisian penumpang masih berada di kisaran 50 persen. Namun, kondisi tersebut dinilai wajar karena masyarakat masih melihat perkembangan layanan yang baru kembali beroperasi.
“Di awal mungkin masih sekitar 50 persen keterisiannya. Masyarakat mungkin masih melihat dulu perkembangannya seperti apa. Maskapai juga berharap masyarakat lebih memilih rute ini,” tuturnya.
Untuk mendukung keberlangsungan layanan, Bandara APT Pranoto bersama maskapai dan pemerintah daerah akan melakukan berbagai upaya promosi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial bandara, media digital di terminal, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kami membantu mempublikasikan rute ini melalui media sosial dan media digital yang ada di terminal. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkenalkan kembali rute tersebut kepada masyarakat,” jelasnya.
Kadek berharap tingkat keterisian penumpang terus meningkat sehingga rute Samarinda-Melak dapat bertahan dalam jangka panjang. Bahkan, jika permintaan terus tumbuh, bukan tidak mungkin akan ada penambahan frekuensi maupun pengembangan rute lainnya di masa mendatang.
“Kalau dari sisi maskapai tentu harapannya keterisian bisa mencapai 100 persen. Dengan begitu rute ini bisa bertahan dan bahkan berkembang lagi jika permintaannya meningkat,” pungkasnya.

