Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kemiskinan Kaltim Masih 6,11 Persen, Puji Gaungkan Hilirisasi Singkong dan Pisang
    DPRD Kaltim

    Kemiskinan Kaltim Masih 6,11 Persen, Puji Gaungkan Hilirisasi Singkong dan Pisang

    Adit MustafaBy Adit MustafaNovember 23, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data terkini mengenai persentase penduduk miskin di Indonesia per Maret 2023. Menurut data tersebut, tingkat kemiskinan di Kaltim mengalami kenaikan menjadi 6,11 persen, naik dari 5,51 persen pada September 2022.

    Meskipun masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 9,36 persen, angka kemiskinan Kaltim lebih tinggi dibandingkan provinsi terendah, yaitu Bali dengan 4,25 persen. Sementara itu, Papua tetap menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, mencapai 26,03 persen.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati menanggapi data ini dengan menyebutkan bahwa banyak faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di daerah ini. Salah satu faktor krusial adalah kurangnya lapangan pekerjaan, terutama di sektor pertanian dan perkebunan.

    Puji menyoroti masalah hilangnya nilai tambah dari hasil pertanian lokal, seperti pisang, singkong dan ubi, yang diolah di luar pulau dan diimpor kembali dengan harga jauh lebih tinggi.

    “Kita memiliki potensi sumber daya alam yang besar, seperti pisang, singkong, ubi dan lainnya. Sayangnya, kita sering mengirim produk-produk tersebut ke luar pulau untuk diolah. Hasil olahan tersebut kemudian dikirim kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi,” tuturnya.

    Dia mendorong pemerintah untuk menjalankan hilirisasi guna mengubah sumber daya alam menjadi produk jadi dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

    “Pemerintah perlu berkomitmen untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Kaltim melalui upaya hilirisasi. Salah satu cara adalah dengan mendirikan pabrik-pabrik pengolahan sesuai dengan potensi daerah,” ungkap Puji.

    Selain itu, Puji menekankan perbaikan infrastruktur dan konektivitas sebagai langkah strategis untuk mengatasi kemiskinan. Ia menyoroti kendala petani di daerah terpencil yang sulit menjual hasil panennya ke pasar karena akses jalan yang buruk.

    “Biaya transportasi mereka bisa lebih tinggi dari harga hasil panennya, membuat mereka sulit bersaing. Hal ini menghambat peningkatan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

    Puji berharap agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kaltim dapat digunakan secara efektif untuk memperbaiki infrastruktur dan konektivitas, bukan hanya di perkotaan tetapi juga di pedesaan.

    Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, serta mengurangi tingkat kemiskinan di Kaltim.

    “Hal ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Kaltim,” tandas Puji.

    Kemiskinan Puji Setyowati Wakil Ketua DPRD Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    R’syaMei 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dyah…

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026
    1 2 3 … 3,105 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.