Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    Agustus 17, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Kemenag Diduga Salah Mengelola Dana Biaya Haji, Pemerintah Harus Tanggung Jawab
    DPRD Samarinda

    Kemenag Diduga Salah Mengelola Dana Biaya Haji, Pemerintah Harus Tanggung Jawab

    Rahmat FGBy Rahmat FGJanuari 23, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insetekaltim,Samarinda- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama ( Kemenag) diduga salah mengelola dana biaya haji. Akibatnya berimplikasi pada rencana untuk menaikan biaya haji menjadi Rp.69.2 juta. Nominal angka yang terbilang besar ini menuai protes dan penolakan.

    “Rencana kenaikan biaya haji yang diusulkan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Rp 69,2 juta dinilai tidak rasional. Selain itu juga sangat memberatkan apalagi di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini dan latar belakang calon jemaah haji Kota Samarinda sebagian besar adalah karyawan dan pelaku ekonomi kecil,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain kepada wartawan, Senin (23/1/2023).

    Diduga, ujar Sani sapaan akrab Sani Bin Husain, rencana kenaikan biaya haji itu secara umum disebabkan karena adanya kesalahan dalam pengelolaan dana haji.

    Lebih lanjut dijelaskan Sani, dalam pengelolaan dana ada rumus indirect cost yang didapatkan dari setoran awal sebesar Rp25 juta. Jika menabung selama kurun waktu 20 tahun atau 30 tahun, maka akan mengendap selama 30 tahun. Itu berarti sudah mendapatkan keuntungan.

    Namun demikian, faktanya 70 % keuntungan pengeloalan dana haji diambil pemerintah untuk menerbitkan surat utang negara (SUN) dan Sukuk, yang keuntungannya hanya sebesar 5 %. Sedangkan inflasi saja angkanya sudah di 5,4 %.

    “Ya, jadinya keuntungan yang harusnya untuk jemaah ya ludes,” sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda itu.

    Ia menambahkan, sebenarnya tanda-tanda awal masalah itu sudah diperingatkan oleh KPK pada tanggal 5 Januari 2023 dalam acara monitoring dan audiensi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Gedung Merah Putih.

    Jangan sampai pada akhirnya, kata Sani, Badan Pengelolaan Keuangan Haji perusahaan tidak punya modal sama sekali. Padahal, badan tersebut adalah perusaaan investasi dan semua akhirnya ditanggungkan ke Jemaah. Hal itu tentunya jelas tidak adil.

    Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah juga harus bertanggung jawab karena banyak dana haji dipakai untuk subsidi APBN.

    ” Pemerintah jangan pelit sama rakyat sendiri. Menyuntik dana ke BUMN bangkrut puluhan triliun saja bisa,” beber Sani.

    Sani menegaskan akan melawan kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak adil lantaran hal tersebut berkaitan dengan niat suci masyarakat Kota Samarinda yang hendak menunaikan ibadah haji.

    ” Sebagai pejabat daerah sebenarnya saya malas mengomentari kebijakan pusat. Saya hanya debu yang jauh dari Jakarta. Tapi karena ini menyangkut niat ibadah haji, kakek, nenek, ayah,ibu paman, bibi, orang-orang tua kita di Samarinda, maka kebijakan pusat yang tidak adil akan saya lawan meski sampai Jakarta,” kata Sani.

    Ia berharap ke depan BPKH dan Kementrian Agama lebih berhati-hati mengelola dana haji umat dan mau mendengar saran dari berbagai pihak.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    Novan Dorong Pemuda Berdaya Saing, Soroti Penyeragaman Sekolah di Samarinda

    Agustus 17, 2026

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    R’syaAgustus 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) masih mengupayakan tambahan anggaran…

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026

    Dua Prodi IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran hingga September, Ada Gratispol

    Agustus 17, 2026

    Menuju Generasi Emas, IKIP PGRI Kaltim Bekali Mahasiswa dengan Beragam Wawasan

    Agustus 17, 2026
    1 2 3 … 3,281 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.