Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Kemenag Diduga Salah Mengelola Dana Biaya Haji, Pemerintah Harus Tanggung Jawab
    DPRD Samarinda

    Kemenag Diduga Salah Mengelola Dana Biaya Haji, Pemerintah Harus Tanggung Jawab

    Rahmat FGBy Rahmat FGJanuari 23, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insetekaltim,Samarinda- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama ( Kemenag) diduga salah mengelola dana biaya haji. Akibatnya berimplikasi pada rencana untuk menaikan biaya haji menjadi Rp.69.2 juta. Nominal angka yang terbilang besar ini menuai protes dan penolakan.

    “Rencana kenaikan biaya haji yang diusulkan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Rp 69,2 juta dinilai tidak rasional. Selain itu juga sangat memberatkan apalagi di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini dan latar belakang calon jemaah haji Kota Samarinda sebagian besar adalah karyawan dan pelaku ekonomi kecil,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain kepada wartawan, Senin (23/1/2023).

    Diduga, ujar Sani sapaan akrab Sani Bin Husain, rencana kenaikan biaya haji itu secara umum disebabkan karena adanya kesalahan dalam pengelolaan dana haji.

    Lebih lanjut dijelaskan Sani, dalam pengelolaan dana ada rumus indirect cost yang didapatkan dari setoran awal sebesar Rp25 juta. Jika menabung selama kurun waktu 20 tahun atau 30 tahun, maka akan mengendap selama 30 tahun. Itu berarti sudah mendapatkan keuntungan.

    Namun demikian, faktanya 70 % keuntungan pengeloalan dana haji diambil pemerintah untuk menerbitkan surat utang negara (SUN) dan Sukuk, yang keuntungannya hanya sebesar 5 %. Sedangkan inflasi saja angkanya sudah di 5,4 %.

    “Ya, jadinya keuntungan yang harusnya untuk jemaah ya ludes,” sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda itu.

    Ia menambahkan, sebenarnya tanda-tanda awal masalah itu sudah diperingatkan oleh KPK pada tanggal 5 Januari 2023 dalam acara monitoring dan audiensi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Gedung Merah Putih.

    Jangan sampai pada akhirnya, kata Sani, Badan Pengelolaan Keuangan Haji perusahaan tidak punya modal sama sekali. Padahal, badan tersebut adalah perusaaan investasi dan semua akhirnya ditanggungkan ke Jemaah. Hal itu tentunya jelas tidak adil.

    Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah juga harus bertanggung jawab karena banyak dana haji dipakai untuk subsidi APBN.

    ” Pemerintah jangan pelit sama rakyat sendiri. Menyuntik dana ke BUMN bangkrut puluhan triliun saja bisa,” beber Sani.

    Sani menegaskan akan melawan kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak adil lantaran hal tersebut berkaitan dengan niat suci masyarakat Kota Samarinda yang hendak menunaikan ibadah haji.

    ” Sebagai pejabat daerah sebenarnya saya malas mengomentari kebijakan pusat. Saya hanya debu yang jauh dari Jakarta. Tapi karena ini menyangkut niat ibadah haji, kakek, nenek, ayah,ibu paman, bibi, orang-orang tua kita di Samarinda, maka kebijakan pusat yang tidak adil akan saya lawan meski sampai Jakarta,” kata Sani.

    Ia berharap ke depan BPKH dan Kementrian Agama lebih berhati-hati mengelola dana haji umat dan mau mendengar saran dari berbagai pihak.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD Samarinda Dorong Uji Coba Sistem Parkir Berlangganan Sebelum Berlaku Luas

    Maret 15, 2026

    Gelar Bukber Bersama Warga, Helmi Siapkan Ribuan Porsi Konsumsi

    Maret 15, 2026

    Jelang Nyepi dan Lebaran, Helmi Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Ketertiban

    Maret 14, 2026

    Masih Proses Transisi Regulasi, DPRD Samarinda Izinkan Cafe Pesona Kembali Beroperasi

    Maret 11, 2026

    DPRD Samarinda Pastikan Aktivitas Pematangan Lahan di Jalan Suprapto Bukan Tambang Galian C

    Maret 10, 2026

    Pematangan Lahan di Jalan Suprapto Samarinda Belum Kantongi Rencana Usaha Jelas, Begini Tanggapan DPRD

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    Andika SaputraApril 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aparat gabungan dari TNI dan Polri menyiapkan pengamanan skala besar menjelang rencana…

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,064 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.