Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen
    Ekonomi

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuly 26, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi inflasi Kota Samarinda pada Juni 2026 (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda Supriyanto menjelaskan, kenaikan inflasi di ibu kota Kalimantan Timur (Kalrim) masih didominasi oleh pergerakan harga kebutuhan pokok, yang sebagian besar dipasok dari luar daerah.

    Menurutnya, sekitar 90 persen komoditas kebutuhan pokok masyarakat Samarinda, masih bergantung pada pasokan dari daerah lain, seperti Sulawesi, Jawa, Bontang, hingga Berau.

    Kondisi tersebut membuat harga di Samarinda sangat dipengaruhi oleh perubahan harga di daerah produsen.

    “Kalau harga di daerah asal sudah naik, otomatis ketika sampai di Samarinda harganya juga ikut meningkat. Itu karena harga di sini sangat dipengaruhi harga dari wilayah produsen,” ujarnya di BPS Samarinda, Jumat, 24 Juli 2026.

    Selain harga di daerah asal, biaya distribusi juga menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi.

    Supriyanto mengatakan, proses pengiriman barang melalui jalur darat, laut, maupun udara tidak lepas dari pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

    Sementara BPS Kota Samarinda mencatat
    inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 mencapai 3,53 persen. Sedangkan, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,72 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 2,63 persen.

    Dijelaskan, ketika biaya BBM meningkat, ongkos angkut ikut naik. Sehingga berdampak pada harga jual komoditas di tingkat konsumen.

    “Kalau biaya transportasinya naik karena BBM, otomatis harga barang yang sampai ke Samarinda juga akan meningkat,” katanya.

    Ia menambahkan, khusus untuk distribusi melalui jalur laut, kondisi cuaca turut berpengaruh terhadap stabilitas harga.

    Gelombang tinggi dapat memperlambat waktu pengiriman sekaligus meningkatkan risiko kerusakan barang selama perjalanan.

    Menurutnya, semakin tinggi tingkat kerusakan barang, semakin besar pula biaya yang harus ditanggung pelaku usaha. Beban tersebut pada akhirnya akan dibebankan ke harga jual barang yang masih layak dipasarkan.

    “Kalau tingkat kerusakan barang meningkat karena cuaca, pelaku usaha tetap harus menutup biaya dan memperoleh keuntungan. Akhirnya harga jual kepada konsumen ikut naik,” jelasnya.

    Untuk menekan gejolak harga, Supriyanto menilai pemerintah daerah perlu memperkuat kerja sama dengan daerah pemasok melalui skema kerja sama antardaerah agar harga komoditas lebih terkendali.

    Selain itu, ia juga mendorong identifikasi komoditas yang berpotensi dikembangkan di Samarinda sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

    “Kalau ada komoditas yang bisa diproduksi di Samarinda, tentu perlu dikembangkan. Dengan begitu ketergantungan terhadap daerah lain berkurang dan stabilitas harga bisa lebih terjaga,” pungkasnya.

     

    BPS Samarinda Inflasi Kenaikan Harga BBM Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026

    PHK Sektor Tambang Bertambah, 560 Warga Samarinda Ajukan Kartu Pencari Kerja

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026

    Gunakan Pendekatan Persuasif, BPS Samarinda Tingkatkan Akurasi Sensus Ekonomi

    July 24, 2026

    Sensus Ekonomi Samarinda Capai 57 Persen, BPS Hadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat

    July 23, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Nur AjijahJuly 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata akan difungsikan sebagai pusat layanan rawat inap baru RSUD Abdul…

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    July 26, 2026

    Dikiranya Keren, Ternyata Jurusan Kuliah Favorit Orang Indonesia Ini Malah Dibuang oleh China

    July 26, 2026
    1 2 3 … 3,240 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.