Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus HIV di Samarinda Hingga Juni 2026, Capai 184 Orang
    Kesehatan

    Kasus HIV di Samarinda Hingga Juni 2026, Capai 184 Orang

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 27, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga Juni 2026 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat penemuan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) mencapai 184 orang.

    “Hingga Juni ini penemuan kasus HIV sekitar 184 orang, sedangkan yang sudah menjalani pengobatan sebanyak 140 orang,” ujar Ismid Kusasih, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Kamis, 25 Juni 2026.

    Ismid mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari upaya skrining yang terus diperluas.

    Menurutnya, semakin banyak kasus ditemukan sejak dini, maka semakin cepat pula pasien dapat memperoleh pengobatan.

    Ismid menjelaskan, karena masih memasuki pertengahan tahun, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah jumlah kasus HIV tahun ini mengalami peningkatan atau penurunan dibanding tahun sebelumnya.

    Namun, Dinkes akan terus memperkuat kegiatan skrining agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat.

    “Karena HIV adalah penyakit menular, semakin cepat ditemukan maka semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan,” katanya.

    Ia mengibaratkan penanganan HIV sama seperti saat pandemi Covid-19, di mana deteksi dini menjadi kunci memutus rantai penularan.

    Selain memperkuat skrining, Dinkes Samarinda juga menyambut baik rencana DPRD Kota Samarinda yang akan menyusun Peraturan Daerah (Perda). Tentang, penanggulangan tuberkulosis (TB) dan HIV.

    Regulasi tersebut, dinilai akan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

    “Ini akan menjadi payung hukum yang kuat dalam pelaksanaan program,” ungkapnya.

    Berdasarkan hasil pemantauan Dinkes, pola penularan HIV di Samarinda masih didominasi melalui hubungan seksual berisiko, yang terbanyak disebabkan oleh lelaki suka lelaki (LSL).

    Ismid menyebut tren tersebut sejalan dengan kondisi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

    “Kalau dilihat, kasus HIV memang banyak berkaitan dengan perilaku seksual berisiko. Polanya hampir sama dengan yang terjadi di seluruh Indonesia,” jelasnya.

    Dinkes Samarinda mengimbau masyarakat, untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan HIV. Terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko.

    Menurut Ismid, deteksi dini dan kepatuhan menjalani terapi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.

     

    Dinkes Samarinda HIV AIDS Ismid Kusasih TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    Bulan Vitamin A, Dinkes Samarinda Sasar Sekitar 54 Ribu Bayi dan Balita

    Agustus 10, 2026

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Gaya Hidup Holistik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Agustus 9, 2026

    Andi Harun Tegaskan Sanksi RSUD IA Moeis Tak Cukup, Inspektorat Diminta Tindak Lanjuti

    Agustus 9, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.