Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini
    Samarinda

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 15, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih saat memberikan keterangan kepada awak media.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menanggapi isu peningkatan kasus HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TBC) dengan menekankan lonjakan angka tidak selalu mencerminkan memburuknya kondisi, melainkan hasil dari sistem deteksi dini yang semakin optimal.

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih menjelaskan HIV dan TBC merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah pusat, sehingga penanganannya menjadi prioritas utama di seluruh daerah.

    “Dua penyakit ini memang masuk dalam indikator SPM. Tantangan terbesar bukan hanya pada pengobatan, tapi pada penemuan kasus secara dini,” ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.

    Menurutnya, peningkatan jumlah kasus yang tercatat justru menunjukkan keberhasilan sistem surveilans dalam menemukan pasien lebih cepat. Dengan deteksi yang lebih awal, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan dapat ditekan.

    “Jangan langsung diasosiasikan angka yang tinggi itu buruk. Bisa jadi karena kita lebih cepat menemukan kasus, sehingga bisa lebih cepat juga mengobati,” jelasnya.

    Ia menambahkan, capaian Samarinda dalam penanganan TBC bahkan telah melampaui target nasional. Persentase penemuan kasus TBC di kota ini tercatat di atas 70 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang masih di bawah angka tersebut.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari kinerja sistem surveilans kesehatan yang dinilai unggul. Bahkan, pada tahun lalu Samarinda meraih penghargaan sebagai daerah dengan surveilans terbaik di Kaltim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Prestasi tersebut juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu tenaga surveilans dari Dinkes Samarinda mendapatkan kesempatan mengikuti program pembelajaran surveilans di Jepang selama dua bulan.

    “Itu bentuk apresiasi karena kerja surveilans kita dinilai bagus. Bahkan hanya beberapa daerah saja yang mendapat kesempatan tersebut,” ungkapnya.

    Dengan penguatan deteksi dini dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Dinkes Samarinda optimistis pengendalian HIV dan TBC dapat terus ditingkatkan, sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Dinkes Samarinda Ismed Kusasih Kemenkes SPM TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    April 15, 2026

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    April 15, 2026

    28 BLUD Kesehatan Terbentuk, Dinkes Samarinda Perkuat Layanan Publik

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Andi Harun Tegaskan Samarinda Mampu Bayar Tapi Secara Hukum Tidak Benar

    April 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    Ratu ArifanzaApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mengungkapkan efektivitas penggunaan…

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar, Tantangan Kepercayaan Warga Jadi Catatan DPRD

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,058 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.