Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi, mendorong pemisahan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) agar pengembangan sektor pariwisata bisa lebih maksimal.
Menurutnya, selama ini sektor pariwisata hanya menjadi bagian kecil dalam struktur dinas tersebut, sehingga berdampak pada minimnya perhatian, termasuk dari sisi anggaran.
“Dari dulu kami di Komisi II sudah mendorong pemisahan. Pariwisata itu hanya jadi bidang, dengan anggaran sekitar Rp3 miliar. Untuk Samarinda, itu tidak masuk akal kalau mau berkembang,” tegasnya, Rabu 15 April 2026.
Ia menilai dengan kondisi tersebut, sulit bagi sektor pariwisata untuk bergerak lebih maju dan memberikan kontribusi signifikan terhadap daerah.
Selain itu, menyoroti peran organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang dinilai belum memberikan dampak luas bagi pelaku usaha.
“Harapan kita organisasi seperti Kadin dan lainnya jangan hanya terkesan elitis. Harus ada multiplier effect bagi pelaku usaha di bawah,” ujarnya.
Di sisi lain ia turut menanggapi perkembangan kawasan Teras Samarinda yang belakangan mulai ramai dengan berbagai aktivitas. Ia mengingatkan agar pengelolaan kawasan tersebut tetap terkontrol dan tidak menimbulkan kesan kumuh.
Menurutnya, rencana penambahan segmentasi kegiatan oleh pihak pengelola perlu dikaji secara matang, terutama terkait perizinan dan konsep penataan kawasan.
“Saya lihat beberapa hari ini di tepian mulai ramai. Jangan sampai malah jadi kumuh. Kalau hanya mengejar keuntungan tanpa penataan yang jelas, itu bisa merusak wajah kota,” katanya.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap sesuai dengan konsep yang tertata dan tidak mengganggu estetika kota.
“Nanti kita lihat langsung di lapangan. Konsepnya harus jelas, jangan sampai tidak teratur,” pungkasnya.

