Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Balikpapan»Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Balikpapan Dapat Perhatian Menteri PPPA
    Balikpapan

    Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Balikpapan Dapat Perhatian Menteri PPPA

    SukriBy SukriJanuari 28, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi turun tangan mengawal kasus dugaan kekerasan seksual dengan korban anak usia di bawah lima tahun (balita) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Secara langsung Menteri Arifah menemui korban dan kedua orang tuanya. Tujuannya, untuk memberikan dukungan dan penguatan kepada korban dan keluarganya.

    Dikatakannya, kunjungan tersebut sebagai upaya perlindungan dan pemulihan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.

    “Kami sudah mendengarkan cerita dari orang tua korban dan bagaimana proses penyidikan yang saat ini masih dilakukan oleh kepolisian“ ungkapnya dikutip sukri.id dari keterangan resminya, Selasa, 28 Januari 2025.

    Dalam kasus ini, pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Balikpapan telah melakukan pendampingan sejak awal.

    Langkah itu akan terus berlanjut hingga korban pulih dan mendapat keadilan. Hal ini termasuk memberikan pendampingan psikologis terhadap ibu korban.

    “Kami memberikan perhatian besar terhadap kasus ini, dengan fokus utama tidak hanya pada penyelesaian hukum tetapi juga pada pendampingan psikologis bagi ibu korban. Saat ini, ibu dalam kondisi syok, seakan-akan tidak percaya kejadian ini menimpa putrinya,” ucap Menteri Arifah.

    Lanjutnya, ia mengapresiasi UPTD PPA Kota Balikpapan yang telah memberikan atensi khusus dalam memberikan pendampingan dan dukungan kepada anak korban dan ibunya.

    Dalam hal pelaksanaan fungsi penyediaan layanan bagi anak dan perempuan yang membutuhkan perlindungan khusus, UPTD PPA, dinyatakan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

    “Kami akan terus mendampingi dan memastikan proses hukum dalam kasus ini berjalan dengan penuh kehati-hatian. Hal ini penting untuk memastikan langkah-langkah yang diambil oleh pihak penyidik dapat menentukan pelaku secara tepat tanpa risiko salah tangkap atau kesalahan lainnya,“ jelas Arifah.

    Selain itu, Ia berharap agar perkara ini dapat diputuskan secepatnya. Selain itu, Kementerian PPPA juga segera mencari solusi terbaik bagi korban dan keluarganya.

    “Kolaborasi antara semua elemen, termasuk media, sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada publik akurat dan mendukung proses hukum yang adil,” ujar Menteri Arifah.

    Dia juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kota Balikpapan Esti Santi Pratiwi menegaskan pihaknya akan terus memberikan pendampingan terhadap kasus yang melibatkan anak sebagai korban kekerasan.

    Lebih lanjut, ia mengatakan pihak UPTD PPA akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas, memastikan pemulihan bagi anak korban, serta memberikan pendampingan psikologis kepada ibu korban.

    Arifah Fauzi Menteri PPPA Pelecehan Seksual
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sukri

    Related Posts

    1.500 Mahasiswa Universitas Mulia Dapat Gratispol, Kampus Akui Angka Cuti Kuliah Turun Drastis

    Mei 17, 2026

    Taman Bekapai, Wisata Kuliner Strategis di Jantung Balikpapan

    Maret 26, 2026

    Lonjakan Pasien Usai Lebaran, Gubernur Kaltim Cek Kesiapan RSUD Kanujoso Balikpapan

    Maret 25, 2026

    Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Libatkan Oknum Pengajar, Polresta Samarinda Lakukan Penyelidikan

    Maret 17, 2026

    Fasilitas Renang Borneo Bay Balikpapan Tawarkan Panorama Laut, Namun Akses WC Jadi Catatan

    Januari 1, 2026

    Harga Kebutuhan di Pasar Klandasan Balikpapan Relatif Tinggi, Warga Nilai Bukan Karena Tahun Baru

    Desember 31, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    R’syaMei 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dyah…

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026
    1 2 3 … 3,105 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.