Insitekaltim, Samarinda – Aparat gabungan harus melakukan pemadaman secara manual untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer 14, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) lantaran titik api berada di puncak bukit dengan medan yang cukup terjal.
Kanit Samapta Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Janan, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Didik Kiyanto mengatakan, penanganan dilakukan bersama personel Komando Rayon Militer (Koramil) Loa Janan, Pemadam Kebakaran (Damkar) Loa Janan, relawan dan masyarakat.
Kondisi medan membuat kendaraan Damkar tidak dapat mencapai titik api. Petugas pun harus naik ke lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual.
“Api yang kita padamkan hari ini memang cukup lumayan lebar. Alhamdulillah bisa kita tangani dengan maksimal secara manual karena lokasi kejadian kebakaran ini berada di puncak bukit,” kata Didik, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam penanganan tersebut, Polsek Loa Janan menurunkan delapan personel untuk pengamanan di sekitar jalan raya dan tiga personel di lokasi kebakaran. Sementara Koramil Loa Janan mengerahkan empat personel.
Didik mengatakan petugas berupaya mempercepat pemadaman dengan cara manual. Titik-titik api dipukul menggunakan peralatan yang tersedia agar api tidak kembali menyebar.
“Kami harapkan secepat mungkin selesai. Kemungkinan besar api akan padam kalau angin sudah mulai tidak meniup secara keras,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Didik mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran. Petugas belum dapat memastikan sumber awal api karena titik kebakaran ditemukan berada di tengah kawasan hutan.
“Awal mula asal api ini masih dalam penelusuran. Kita harus benar-benar cross-check terlebih dahulu,” jelasnya.
Dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sersan Mayor (Serma) Yadin dari Koramil Loa Janan mengatakan keterlibatan personel dalam penanganan karhutla merupakan tindak lanjut perintah pimpinan untuk membantu penanganan di wilayah.
“Kami dari Koramil membantu penanganan karhutla ini. Di setiap wilayah kami diterjunkan bahu-membahu dengan aparat pemerintah yang lain, pemerintah desa, relawan dan masyarakat setempat,” kata Yadin.
Ia berharap penanganan dapat segera diselesaikan dan kebakaran tidak kembali terjadi. Menurutnya, kerja sama antara aparat, pemerintah desa, relawan dan masyarakat diperlukan dalam menghadapi kejadian tersebut.
Sementara itu, Didik meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun sampah di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
“Kami harapkan jangan sekali-sekali membakar sampah maupun hal-hal lainnya yang merugikan orang banyak,” pungkasnya.

