Insitekaltim, Semarang – Kafilah Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Kaltim meraih nilai tertinggi, yakni 281 poin, mengungguli tuan rumah Jawa Tengah. Hasil tersebut diumumkan pada malam penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu 19 September 2026.
Dengan hasil ini, Piala Bergilir Presiden RI kembali dibawa pulang ke Bumi Etam. Menteri Agama RI Profesor Nasaruddin Umar menyerahkan langsung piala tersebut kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Nasaruddin mengucapkan selamat kepada Kaltim yang kembali mempertahankan gelar juara umum.
“Provinsi Kaltim harus menjadi perhatian bagi provinsi lain, karena sekali lagi apabila Kaltim mampu mempertahankan juara umum MTQ Nasional, maka Piala Presiden akan berada permanen di Kalimantan Timur dan akan diganti dengan piala baru lagi untuk diperebutkan kembali,” kata Nasaruddin.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian para kafilah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pembimbing, official, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), serta masyarakat yang telah memberikan dukungan.
“Luar biasa, selamat kepada seluruh kafilah Kaltim yang kembali mempertahankan juara umum,” ujar Rudy.
Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ Nasional bukan semata-mata tentang meraih gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi momentum untuk membumikan syiar Islam dan nilai-nilai Al-Qur’an di Kalimantan Timur.
“Esensi penyelenggaraan MTQ bukan hanya meraih juara, tetapi lebih dari itu, bagaimana kita bisa membumikan syiar Islam dan Al-Qur’an di Bumi Kalimantan Timur serta melanjutkan prestasi untuk Kaltim,” katanya.
Berdasarkan hasil akhir, Kaltim menempati posisi pertama dengan 281 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin. Aceh dan Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan masing-masing 99 poin.
Sementara itu, Sumatera Utara dan Jawa Barat sama-sama mengumpulkan 71 poin, disusul Sumatera Selatan 55 poin, Banten 52 poin, Riau 35 poin, Nusa Tenggara Barat 33 poin, dan Sulawesi Selatan 31 poin.
Sebelum memasuki babak final, sebanyak 37 peserta Kaltim dari 48 kategori yang diikuti berhasil lolos. Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mempertahankan gelar juara umum.
Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni sebelumnya menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Dalam tiga tahun terakhir, binaan LPTQ Kaltim telah mencatat 90 prestasi di tingkat nasional dan internasional.
“Ini hasil kerja bersama. Ada para peserta yang berjuang, pelatih yang membina, official yang mendampingi, serta dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Kaltim,” ujar Sri Wahyuni.
Rudy menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menjadi motivasi bagi Kaltim untuk kembali meraih prestasi pada MTQ Nasional XXXII yang akan digelar di DKI Jakarta.
“Kita siap mempertahankan juara umum pada MTQ Nasional XXXII di DKI Jakarta,” tegasnya.
Penutupan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung sejak 11 hingga 20 September 2026 tersebut secara resmi dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui pemukulan beduk.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka MTQ kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebagai tanda kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan berikutnya.
Rudy berharap prestasi tersebut terus diiringi pembinaan berkelanjutan dan semakin kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Insyaallah pembinaan akan terus kita lanjutkan. Kita ingin prestasi ini berkelanjutan, tetapi yang paling utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat Kaltim,” pungkasnya.

