Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim Masih Bergantung Sulawesi, Akmal Ajak Masyarakat Menanam
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim Masih Bergantung Sulawesi, Akmal Ajak Masyarakat Menanam

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 2, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Balikpapan – Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik menilai Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki sekitar 200.000 hektare lahan eks tambang potensial untuk dikelola, belum mampu menunjukkan budaya agraris yang meningkat.

    Pasalnya hingga saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan Kaltim masih didatangkan dari Sulawesi dan Jawa. Beras misalnya. Sekitar 350.000 ton kebutuhan beras setiap tahun di Kaltim, hanya mampu dipenuhi sekitar 170.000 ton.

    “Sisanya dikirim dari seberang. Kenapa? Karena kita tidak pernah mau menanam. Sayuran juga sama,” kritik Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik saat melakukan penanaman bibit sayuran dan buah di Greenhouse Yayasan Pendidikan Ummah Balikpapan, Kilometer 11 Balikpapan, Minggu 2 Februari 2025.

    Menurutnya, budaya agraris masyarakat daerah ini masih sangat rendah. Dirinya merasa kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Kaltim harus membangun peradaban baru, membangun budaya menanam.

    “Kaltim harus membangun budaya makan dari hasil sendiri. Kita harus memulai menanam, memproduksi sendiri, mengolah sendiri dan kita nikmati sendiri,” tegas Akmal Malik.

    Membangun budaya menanam ini bagi Akmal sama dengan memulai peradaban baru. Masyarakat masa kini, kata Akmal, berbeda dengan masyarakat zaman dulu yang hidupnya lebih suka berpindah-pindah atau nomaden.

    “Saya juga memprovokasi organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk mau menanam,” sambung Akmal.

    Hal ini penting, ujarnya, sebab setiap tahun kebutuhan pangan semakin meningkat, seiring bertambahnya jumlah jiwa di Kaltim. Namun di sisi lain, tidak ada peningkatan luas pertanian produktif untuk menopang peningkatan kebutuhan pangan tersebut.

    “Di lahan eks tambang Samboja. Saya tanam odot, pisang dan jeruk. Alhamdulillah tumbuh bagus. Saya kerja sama dengan salah satu SMK di sana,” ungkap Akmal.

    Sekolah itu adalah SMK Utama Al-Jabal Nur Samboja. Tanaman yang ditanam di sekitar sekolah itu adalah odot (rumput), pisang dan jeruk. Luasnya sekitar 19 hektare.
    Sekarang sekolah itu kabarnya sedang membangun kandang kambing.

    “Saya bilang ke mereka, saya tidak akan bantu kambingnya kalau kalian belum tanam rumputnya (odot). Sebelum tumbuh odotnya saya tidak akan berikan kambingnya,” tegas Akmal.

    Mengapa demikian? Karena ternak itu harus siap pakan. Pasalnya, banyak usaha merugi, karena pakannya harus membeli. Harga pakan cenderung mahal.

    “Begitu ada rumput dua hektare, saya akan kasih 10 ekor kambing,” tegas Akmal.

    Yang pasti kata Akmal, banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan di Kaltim. Seperti banyak orang mengatakan di Kaltim tidak bisa tanam anggur. Faktanya, menanam anggur hasilnya bagus sekali. Contoh tanaman anggur di Greenhouse Asrama Haji Batakan Balikpapan.

    “Kuncinya adalah ikhtiar. Sebaik-baiknya doa itu adalah ikhtiar,” tutup Akmal.

    Akmal Malik Kaltim Menanam Pemprov Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    ArumSeptember 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Realisasi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir September 2026 baru…

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026
    1 2 3 … 3,366 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.