Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan, Rudy Mas’ud Dinobatkan Pelopor Transformasi

    July 31, 2026

    Dishub Siapkan Perluasan Pembatasan Isi Pertalite Untuk Kendaraan Roda Empat di Sejumlah SPBU

    July 31, 2026

    NasDem Kaltim Pasang Target Perkuat Basis Politik, Celni Pita Sari Nahkodai DPW 2026–2031

    July 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAugust 15, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kemajuan. Namun diakui hasilnya belum sepenuhnya optimal. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengungkapkan bahwa meski angka stunting berhasil turun dari 22,9 persen menjadi 22,2 persen pada 2025, tantangan besar justru muncul pada kasus stunting baru lahir.

    “Memang upaya kita sudah maksimal, tetapi hasilnya belum optimal. Penurunan 0,7 persen itu artinya ada kemajuan. Tapi yang paling banyak ini kelompok umur stunting baru lahir,” jelas Jaya, Kamis 14 Agustus 2025 usai menghadiri kegiatan di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

    Jaya menjelaskan, stunting baru lahir adalah kondisi ketika bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, yang umumnya terjadi karena masalah gizi selama masa kehamilan. Kasus ini sulit terdeteksi dalam survei rutin karena pemeriksaan massal biasanya dilakukan pada bayi usia 6 hingga 10 bulan ke atas. Namun, laporan dari beberapa daerah, termasuk Kota Bontang, menunjukkan peningkatan signifikan pada stunting baru lahir.

    Menurutnya, kondisi tersebut menandakan perlunya intervensi spesifik yang lebih ketat kepada ibu hamil.

    “Ibu hamil harus disusur, mana yang belum periksa. Ibu hamil yang mohon maaf terlantar dan suaminya tidak bertanggung jawab, itu harus kita sasar. Jangan sampai karena tidak tercover pemeriksaan, begitu lahir bayinya langsung stunting,” tegasnya.

    Strategi yang akan diperkuat mencakup pemberian tablet tambah darah, makanan tambahan bergizi, serta pemantauan berat badan ibu hamil setiap bulan. Jaya menekankan bahwa kenaikan berat badan minimal 0,5 kilogram per bulan menjadi indikator penting kesehatan janin.

    “Kalau setiap bulan tidak naik, berarti ada masalah pada janinnya. Kalau belum 9 bulan 10 hari sudah lahir, besar kemungkinan prematur, dan kalau berat di bawah 2.500 gram, artinya stunting,” tambahnya.

    Selain faktor gizi, Jaya juga menyoroti kebiasaan merokok di lingkungan rumah sebagai pemicu stunting.

    “Jangan sampai ibu hamil di rumahnya banyak yang merokok. Hentikan dulu rokoknya kalau ada ibu hamil. Salah satunya penyebab stunting itu dari asap rokok yang terpapar pada ibu hamil,” ujarnya.

    Di sisi lain, Kaltim telah mencatat kemajuan dalam sejumlah indikator kesehatan. Cakupan imunisasi dasar lengkap, distribusi tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif, hingga program gizi buruk telah berjalan baik. Namun, Jaya mengakui masih ada faktor lain yang belum efektif, sehingga mempengaruhi penurunan angka stunting secara signifikan.

    Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat terhadap bahaya stunting yang mengancam kualitas generasi masa depan.

    “Kalau pertumbuhan dan perkembangan anak tidak optimal, akan berdampak pada kualitas SDM. Sedini mungkin harus dicegah. Mencegah lebih baik daripada memperbaiki,” pungkasnya.

    Dengan tantangan yang masih dihadapi, Dinas Kesehatan Kaltim menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat demi menekan angka stunting, khususnya pada bayi baru lahir. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Jaya Mualimin Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Warga Diminta Segera Melapor Bila Muncul Riwayat Pemeriksaan Tak Dikenal di Satu Sehat

    July 31, 2026

    Perluas Perlindungan BPJS Gratispol, Kepesertaan Ditarget Bertambah 10 Ribu Jiwa

    July 30, 2026

    Dinkes Kaltim Genjot Cakupan Cek Kesehatan Gratis, Pelajar Jadi Sasaran Prioritas

    July 29, 2026

    Operasional BLUD Jadi Prioritas, Anggaran Kesehatan Kaltim Diusulkan Naik

    July 28, 2026

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan, Rudy Mas’ud Dinobatkan Pelopor Transformasi

    R’syaJuly 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperkuat sektor pendidikan mendapat…

    Dishub Siapkan Perluasan Pembatasan Isi Pertalite Untuk Kendaraan Roda Empat di Sejumlah SPBU

    July 31, 2026

    NasDem Kaltim Pasang Target Perkuat Basis Politik, Celni Pita Sari Nahkodai DPW 2026–2031

    July 31, 2026

    Indonesia Torehkan Rekor Dunia dan Rekor Asia di World Para Athletics Grand Prix 2026

    July 31, 2026

    Samarinda Akhiri Open Dumping, Zona Baru TPA Sambutan Mulai Beroperasi

    July 31, 2026
    1 2 3 … 3,251 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.