Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Amplang Tak Lagi Bulat, UMKM Samarinda Sulap Jadi Stik hingga Rasa Buah Naga

    Agustus 26, 2026

    Penataan Tambang MBLB Kaltim Masih Hadapi Tumpang Tindih Lahan

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Tinggi Terdeteksi di Kukar dan Berau

    Agustus 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang
    Ekonomi

    Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Rudy Masud didampingi Wagub Seno Aji dan Sekda Sri Wahyuni saat ditemui awak media usai kegiatan.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tidak hanya berfokus pada perluasan lahan sawah, tetapi juga mulai mengarahkan penguatan sektor perkebunan sebagai sumber ekonomi baru daerah.

    Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pengembangan komoditas kakao dan kelapa dalam menjadi salah satu prioritas yang tengah didorong pemerintah.

    “Potensi kakao kita sangat besar. Kutai Timur, Berau, hingga Mahakam Ulu itu dikenal menghasilkan kakao berkualitas,” ujarnya saat memberikan arahan beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, pengembangan kakao dapat dilakukan melalui skema perhutanan sosial yang melibatkan kelompok tani dan masyarakat sekitar kawasan hutan. Dengan pola ini, selain menjaga kelestarian hutan, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

    Rudy juga mengungkapkan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan, khususnya dalam penyediaan bibit dan sarana pendukung lainnya. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu.

    “Dukungan dari pusat sudah ada. Tinggal kita di daerah bergerak cepat, terutama koordinasi dengan kabupaten yang punya potensi,” jelasnya.

    Ia pun meminta Dinas Perkebunan Kaltim segera menyusun langkah konkret bersama pemerintah kabupaten guna mempercepat pengembangan kakao di wilayah potensial.

    Rudy juga optimistis, peningkatan produksi kakao dalam jumlah besar akan membuka peluang investasi khususnya di sektor industri pengolahan.

    “Kalau produksinya besar, pasti investor akan datang. Ini bisa membuka lapangan kerja, tidak hanya di kebun, tapi juga di industri dan distribusi,” tambahnya.

    Selain kakao, komoditas lain yang dinilai memiliki prospek cerah adalah kelapa dalam. Tanaman ini dianggap cocok dikembangkan di wilayah pesisir Kalimantan Timur, mulai dari Berau hingga Paser.

    Namun demikian, ia mengakui kelapa dalam membutuhkan waktu relatif lama untuk panen, yakni sekitar 6 hingga 8 tahun. Sebagai alternatif, masyarakat juga dapat mengembangkan kelapa hibrida yang memiliki masa panen lebih cepat, sekitar 3 hingga 5 tahun.

    Rudy bahkan mencontohkan keberhasilan daerah lain dalam mengembangkan komoditas kelapa sebagai sumber devisa.

    “Saya mendapat informasi, ekspor kelapa di Maluku Utara bisa mencapai Rp1,2 triliun. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,” ungkapnya.

    Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan koordinasi serta memanfaatkan wilayah pesisir sebagai sentra pengembangan kelapa.

    “Wilayah pesisir sangat cocok, karena kelapa membutuhkan unsur garam untuk tumbuh optimal,” katanya.

    Pengembangan kakao dan kelapa ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan. Selain memperkuat sektor pertanian, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap sektor ekstraktif seperti minyak, gas, dan batu bara.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Amplang Tak Lagi Bulat, UMKM Samarinda Sulap Jadi Stik hingga Rasa Buah Naga

    Agustus 26, 2026

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Amplang Tak Lagi Bulat, UMKM Samarinda Sulap Jadi Stik hingga Rasa Buah Naga

    Andika SaputraAgustus 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal memanfaatkan rangkaian peringatan HUT…

    Penataan Tambang MBLB Kaltim Masih Hadapi Tumpang Tindih Lahan

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Tinggi Terdeteksi di Kukar dan Berau

    Agustus 26, 2026

    Rayakan HUT RI, Helmi Tegaskan Kegiatan DPRD Samarinda Tanpa Gunakan APBD

    Agustus 26, 2026

    Achmad Sukamto Sambut Positif Donor Darah DPRD Samarinda, Ternyata Berawal dari Keluarga

    Agustus 26, 2026
    1 2 3 … 3,300 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.