Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menargetkan Kaltim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang seluruh pemerintah kabupaten dan kotanya menerapkan sistem manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Zudan usai menghadiri acara Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri dan Penandatanganan Komitmen Manajemen Talenta ASN se-Wilayah Kaltim Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Selasa, 19 Mei 2026.
Dari total 11 pemerintah daerah di Kaltim, terdiri dari 10 kabupaten/kota dan satu pemerintah provinsi, saat ini sudah lima daerah yang mulai menerapkan sistem manajemen talenta ASN. Capaian tersebut dinilai cukup progresif dibanding daerah lain di Indonesia.
“Kaltim merupakan salah satu provinsi yang kami targetkan. Tahun ini kami harapkan 100 persen kabupaten dan kota bisa melaksanakan manajemen talenta,” ujarnya.
BKN memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Kaltim karena progres implementasi manajemen talenta sudah mencapai hampir setengah dari total daerah yang ada.
“Dari 11 daerah termasuk provinsi, sudah lima yang melaksanakan. Tinggal enam lagi. Kami memberikan apresiasi tinggi karena sudah mencapai sekitar 45 persen,” katanya.
Percepatan penerapan manajemen talenta dapat segera diselesaikan agar Kaltim menjadi daerah pertama di Indonesia yang sepenuhnya menerapkan sistem tersebut.
Kebijakan itu penting untuk memastikan penempatan ASN dilakukan berdasarkan kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan Kaltim menjadi provinsi pertama se-Indonesia yang 100 persen tahun ini bisa menerapkan manajemen talenta,” tegasnya.
Penerapan manajemen talenta tidak sekadar berkaitan dengan administrasi kepegawaian, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan nasional maupun daerah.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memilih sumber daya manusia yang tepat untuk menjalankan program prioritas kepala daerah hingga agenda nasional Presiden RI.
“Ini penting untuk memilih SDM dalam melaksanakan visi misi kepala daerah dan juga visi misi Presiden, termasuk Astacita,” ujarnya.
Selain membahas penguatan sistem ASN, Zudan juga menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kaltim yang kini dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya organisasi Korpri menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para anggota.
Korpri tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi ASN, tetapi juga harus mampu menjadi wadah yang memberikan dukungan moral, kesejahteraan, hingga penguatan kapasitas bagi para anggotanya di tengah tantangan birokrasi yang terus berkembang.
“Hari ini kita melantik Korpri Kaltim. Kita harapkan bisa melaksanakan empat program utama Korpri dan program besarnya adalah membuat anggotanya senang dan bahagia,” pesannya.

