Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kukar»Kabut Tebal Selimuti Km 43 Samarinda-Bontang, Jarak Pandang Cuma 5 Meter
    Kukar

    Kabut Tebal Selimuti Km 43 Samarinda-Bontang, Jarak Pandang Cuma 5 Meter

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 13, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabut tebal menyelimuti ruas Jalan Samarinda-Bontang di Km 43, Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Minggu, 13/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Kabut tebal yang biasanya terlihat di ruas jalan Tanah Datar hingga Pampang, Samarinda, meluas hingga Km 43 Jalan Samarinda-Bontang, Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu, 13 September 2026 pagi.

    Fenomena tersebut membuat warga dan pengguna jalan terheran-heran. Pasalnya, kabut turun cukup tebal dan memanjang hingga beberapa kilometer. Kondisi itu membuat jarak pandang pengendara sangat terbatas.

    Usman, warga Badak Mekar, mengatakan kabut tebal mulai terjadi dalam dua hari terakhir. Pada Minggu pagi, kondisi kabut bahkan membuat ruas jalan sulit terlihat.

    “Tidak tahu ini. Baru dua hari begini. Kabut tebal. Tidak bisa lihat jalanan,” kata Usman, Minggu sekitar pukul 07.15 Wita.

    Pantauan di lokasi, jarak pandang pengendara diperkirakan hanya sekitar 5-10 meter. Kondisi tersebut membuat kendaraan dari berbagai jenis, mulai roda dua hingga kendaraan berukuran besar, harus mengurangi kecepatan.

    Dalam beberapa kilometer ruas jalan yang diselimuti kabut, laju kendaraan tidak lebih dari sekitar 30 kilometer per jam. Pengendara tampak lebih berhati-hati karena kendaraan dari arah berlawanan baru terlihat ketika sudah berada dalam jarak cukup dekat.

    Untuk meningkatkan visibilitas, hampir seluruh kendaraan yang melintas menyalakan lampu. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan kendaraan lebih mudah diketahui pengendara lain dari arah berlawanan.

    Sejumlah kendaraan yang berhenti di tepi jalan juga tetap menyalakan lampu. Hal itu dilakukan untuk memberi tanda kepada kendaraan yang datang dari belakang, sekaligus mengurangi risiko tabrakan dengan kendaraan yang sedang terparkir.

    “Jarak pandang pendek sekali,” ujar seorang pengemudi sambil merekam kondisi kabut menggunakan telepon selulernya.

    Kabut tebal tersebut juga disertai udara yang terasa cukup dingin. Kondisi itu berbeda dari situasi lalu lintas pada pagi hari biasanya, ketika kendaraan dapat melaju dengan kecepatan lebih tinggi di ruas tersebut.

    Fenomena kabut di jalur Samarinda-Bontang ini disebut sebagai fenomena alam, bukan akibat asap kebakaran. Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut pada pagi hari.

    Kabut bahkan masih terlihat tebal ketika matahari mulai meninggi. Kabut perlahan menipis, tetapi tidak langsung menghilang dari sejumlah titik ruas jalan.

    Fenomena ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang memicunya. Apakah kabut tebal tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau panjang, suhu udara, kelembapan, atau karakteristik lingkungan di kawasan tersebut?

    Pertanyaan lain juga muncul terkait kondisi geologi wilayah yang berada di jalur tersebut, termasuk keberadaan endapan batu bara. Namun, kaitan antara fenomena kabut dengan deposit batu bara di bawah permukaan tanah tidak dapat dipastikan tanpa kajian ilmiah.

    Untuk sementara, pengguna jalan yang melintasi Km 43 Samarinda-Bontang pada pagi hari diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta menggunakan lampu kendaraan ketika jarak pandang terbatas.

     

    Jalan Samarinda-Bontang Kabut Asap karhutla
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026

    Hotspot Meningkat, Pesawat Water Bombing dari Papua Dikerahkan ke Samarinda

    September 10, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    IraSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan – Penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) 1terus…

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026

    Curah Hujan Kaltim Diprediksi Rendah, BMKG Ungkap HTH Capai 60 Hari

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.