Insitekaltim, Samarinda — Kabut asap yang menyelimuti Kota Samarinda mulai berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Samarinda telah menyampaikan surat kepada sekolah-sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kondisi udara.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengatakan, pembelajaran jarak jauh telah diarahkan kepada sekolah-sekolah di Kota Samarinda menyusul kondisi kabut asap yang cukup tebal.
“Surat dari Dinas Pendidikan sudah dilayangkan kaitannya dengan sekolahan lewat jarak jauh ya. Itu atau nge-Zoom dari sekolahan. Itu sudah dilaksanakan karena dengan adanya asap yang tebal yang sudah mengganggu kesehatan,” kata Saefuddin, Kamis, 17 September 2026.
Hal tersebut disampaikan Saefuddin saat menghadiri Launching dan Sosialisasi Aplikasi UKS/M serta Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah untuk Mewujudkan Anak Indonesia Hebat yang Sehat, Cerdas, Berkarakter dan Berprestasi, di Aula Gedung Cabang Penerbit Erlangga, Jalan Bung Tomo Nomor 134, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dan satuan pendidikan mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Salah satu agenda utama kegiatan adalah memperkenalkan aplikasi berupa dashboard yang diharapkan dapat memudahkan sekolah dalam memantau berbagai kegiatan serta kebutuhan terkait kesehatan sekolah.
Saefuddin menjelaskan, melalui aplikasi tersebut, kondisi masing-masing sekolah dapat dipantau sehingga kebutuhan di bidang kesehatan sekolah dapat diidentifikasi dengan lebih mudah. Program ini juga diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam pelaksanaan UKS/M di lingkungan pendidikan.
“Umpamanya di sekolah A ada kegiatan apa, terus apa yang kurang untuk kesehatannya, terutama untuk kesehatan-kesehatan sekolah. Itulah yang disamakan satu persepsi dengan adanya launching program ini,” jelasnya.
Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim turut hadir. Saefuddin menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus kesehatan peserta didik.
Sementara terkait kabut asap, Saefuddin berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan membantu mengurangi kepadatan asap.
“Moga-moga ini cepat berlalu. Moga-moga Allah memberikan hujan, kesehatan. Kita berdoa bersama,” ujarnya.
Ia turut mengajak masyarakat melakukan introspeksi dan tidak saling menyalahkan di tengah kondisi kabut asap. Menurutnya, doa bersama dan Salat Istisqa yang telah dilakukan menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.

