Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Agustus 29, 2026

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026

    Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak

    Agustus 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Jenjang PAUD Golden Age Pembentukan Karakter Anak
    Diskominfo Bontang

    Jenjang PAUD Golden Age Pembentukan Karakter Anak

    AdminBy AdminNovember 2, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati memberi keterangan Persnya terkait PAUD, di Gedung Gabungan Dinas Taman Praja, Senin (2/11/2020).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Angel – Reporter : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Yuti Nurhayati menuturkan bahwa anak membutuhkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya pada jenjang tersebut pengembangan sumber daya manusia ditentukan.

    Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar (SD). Jenjang pendidikan ini memiliki ruang lingkup yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu bayi (usia 0-1 tahun), balita (usia 2-3 tahun), dan kelompok bermain (usia 4-6 tahun).

    “Pendidikan anak usia dini penting bagi perkembangan anak, karena pada periode anak tersebut ialah golden age (masa emas anak) jadi harus dimanfaatkan orang tua sebaik mungkin,” kata Yuti saat ditemui di ruangannya, Senin (2/11/2020).

    Golden age ialah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa golden age, pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi.

    Yuti menuturkan melalui PAUD, pendidikan yang diberikan untuk anak tidak hanya mengenalkan anak pada aktivitas fisik dan berkenalan dengan teman sebaya, tetapi juga beberapa manfaat lain.

    “Kalau diperkenalkan sejak dini, ketika memasuki SD kan tidak kaget lagi. Ini kan akan sangat bermanfaat bagi perkembangan si anak, ketika memasuki jenjang SD anak sudah dapat bersosialisasi dengan temannya. Kelihatan kok perbedaannya anak yang PAUD dengan anak yang langsung masuk jenjang SD,” tegasnya.

    Yuti menambahkan tidak ada kriteria usia berapa anak memasuki PAUD karena setiap anak memiliki kesiapan yang tidak sama dalam mengikuti kegiatan di PAUD. Namun umumya usia yang diterima adalah dua tahun.

    “Usia yang diterima rata-rata sekolah adalah dua tahun, tapi ada juga sekolah yang menerima anak berusia 18 bulan. Meski begitu, tidak ada patokan yang pasti di usia berapa anak bisa mengikuti PAUD. Setiap anak memiliki kesiapan yang tidak sama dalam mengikuti kegiatan di PAUD,” tandasnya.

    Dikatakan Yuti tujuan utamanya membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar, serta mengarungi kehidupan setelah dewasa nanti.

    “Kan bagaimana pun masa depan Bontang 10 sampai 20 tahun ke depan ada di tangan anak- anak kita saat ini. Maka sejak dini harus dibentuk karakter yang baik. Ketika dewasa nanti isyaallah karakter baik tersebut akan tetap bertahan,” tutupnya.

    Kadisdikbud Bontang Saparudin-Disdik Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026

    Tiga Bulan Berdiri, Yose Music Samarinda Antarkan Siswa Raih Prestasi Internasional

    Agustus 29, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    Mirni Dorong Persoalan SMP Batu Majang Jadi Catatan untuk Penguatan Kebijakan Pusat

    Agustus 27, 2026

    Belajar Riset Dengan Kuliah, Mahasiswi Polnes Teliti Fasilitas dan Kepuasan Wisatawan

    Agustus 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Ratu ArifanzaAgustus 29, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – Pagi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026 terasa…

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026

    Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak

    Agustus 29, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026

    Tiga Bulan Berdiri, Yose Music Samarinda Antarkan Siswa Raih Prestasi Internasional

    Agustus 29, 2026
    1 2 3 … 3,306 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.