Insitekaltim, Samarinda – Hujan yang mengguyur Kota Samarinda sepanjang Kamis 18 Juni 2026 siang, menyebabkan banjir di sejumlah titik dan memicu kemacetan panjang di jalur utama penghubung Samarinda menuju Bontang, Muara Badak, dan Marangkayu.

Genangan air terpantau terjadi di beberapa lokasi, di antaranya kawasan Jalan DI Panjaitan tepatnya di sekitar Simpang Alaya, Terminal Lempake, serta sejumlah titik di sekitar SPBU Tanah Merah.
Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas dari arah Samarinda menuju Bontang, Muara Badak, dan Marangkayu mengalami kemacetan panjang menjelang waktu magrib. Antrean kendaraan mengular dari Simpang Alaya hingga Terminal Lempake.
Sementara itu, dari arah Bontang, Marangkayu, dan Muara Badak menuju Samarinda, kemacetan terjadi mulai dari kawasan Tanah Merah, Tanjakan BNN, Kebun Raya Universitas Mulawarman (Unmul), hingga Terminal Lempake.
Berbagai jenis kendaraan roda empat, mulai dari mobil pribadi, truk, hingga tronton trailer terpaksa mengantre karena tidak dapat melintasi sejumlah titik yang tergenang air. Kemacetan yang terjadi diperkirakan mencapai beberapa kilometer.
Kendaraan roda dua menjadi jenis kendaraan yang relatif lebih mudah melintas dibanding kendaraan berukuran besar yang harus menunggu kondisi genangan berangsur surut.
Menjelang magrib, ketinggian air mulai berkurang di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat beberapa kendaraan mulai berani melintas sehingga antrean panjang perlahan dapat terurai.
Meski demikian, hingga Kamis malam kemacetan masih terjadi di sejumlah titik, terutama di kawasan Tanjakan BNN dan Tanah Merah yang menjadi jalur utama keluar masuk kendaraan dari arah Samarinda menuju wilayah pesisir Kalimantan Timur.

