Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lahan Pemkot yang Menganggur Diusulkan Jadi TPU di Samarinda

    Oktober 15, 2026

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Jaga Ekosistem Lahan Basah Mesangat-Suwi, Sekda Sri: Sekaligus Potensi Ekowisata
    Diskominfo Kaltim

    Jaga Ekosistem Lahan Basah Mesangat-Suwi, Sekda Sri: Sekaligus Potensi Ekowisata

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJanuari 19, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengungkapkan ke depan diharapkan kawasan esensial atau ekosistem penting Lahan Basah Mesangat-Suwi bukan hanya untuk menjaga nilai ekologi sosial ekonomi saja, tetapi menjadi ekowisata.

    Pemprov Kaltim mengapresiasi rencana aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat-Suwi di Kabupaten Kutai Timur tahun 2024-2028 yang disusun oleh Lembaga Mitra Lingkungan Kalimantan (Lemilka).

    “Artinya, ke depan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ekosistem penting dan dijaga nilai ekologi sosial ekonominya saja, tetapi menjadi fokus bahwa Provinsi Kaltim memiliki potensi keanekaragaman hayati. Yang tentunya berpotensi untuk ekowisata,” kata Sekda Kaltim Sri Wahyuni ketika menjadi keynote speech Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi di Kabupaten Kutai Timur tahun 2024-2028.

    Kegiatan ini diiinisiasi Yasiwa dan Yayasan Ulin dengan dukungan dari Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui program “Penguatan Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi (KEP-LBMS) sebagai Habitat Buaya Siam dan Bekantan di Kabupaten Kutai Timur”.

    Acara digelar di Hotel Mercure Samarinda, Rabu 17 Januari 2024.

    Sri menjelaskan, saat ini Pemprov Kaltim sedang menyiapkan ekowisata mana saja yang nantinya dapat menunjang pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Keanekaragaman hayati yang ada di Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi (KEP-LBMS) ini sangat mendukung pariwisata.

    “Jadi, jika ada wisatawan yang ingin mengetahui endemik Kalimantan, salah satunya yang ada di Mesangat-Suwi ini. Yaitu, bekantan dan buaya badas,” kata Sri.

    Habitat tersebut, hanya ada di kawasan tersebut. Untuk itu, habitat dimaksud perlu dipelihara, dijaga dan edukasinya bukan hanya disampaikan kepada masyarakat lokal setempat, tetapi masyarakat luar daerah.

    Artinya, membuktikan Provinsi Kaltim masih memiliki kawasan yang masih terjaga keanekaragaman hayatinya.

    “Salah satunya menjadikan kawasan itu sebagai ekowisata,” pesannya.

    “Memang perlu perjuangan mengembangkan kawasan tersebut, yaitu infrastruktur dan kualitas SDM. Paling tidak, ketika masyarakat sudah diberikan pemahaman untuk terlibat menjaga kawasan itu. Sehingga tidak sulit menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata potensial di Kaltim,” jelasnya.

    Hadir Kepala DLH Kaltim EA Rafiddin Rizal, Direktur TFCA Kalimantan Puspa Dewi Liman, Asisten II Sekkab Kutim Zubair, Ketua Harian DDPI Kaltim Daddy Ruhiyat dan sejumlah pimpinan organisasi lingkungan.

    KEP-LBMS Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    36 Pekerjaan 2025 Lewati Tahun Anggaran, Sekda Kaltim Pastikan Pembayaran Sesuai Progres

    September 30, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lahan Pemkot yang Menganggur Diusulkan Jadi TPU di Samarinda

    AminahOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang belum dimanfaatkan diusulkan menjadi tempat…

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026

    Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi dengan Kompas Media Group untuk Perluas Publikasi Pembangunan

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,386 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.