Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Partisipasi Aktif Pelaku Usaha Kaltim, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    Juni 26, 2026

    Program Jaga Desa Jadi Andalan DPMPD, Perkuat Pengawasan Dana Desa

    Juni 26, 2026

    Kampus Masih Punya PR Besar Wujudkan Ruang Aman bagi Mahasiswa

    Juni 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Isran Minta Negara Maju Ikut Jaga Hutan
    Diskominfo Kaltim

    Isran Minta Negara Maju Ikut Jaga Hutan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 30, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur H Isran Noor menegaskan upaya menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, tapi juga negara-negara maju di dunia.

    “Jangan kita disuruh menjaga hutan, tapi mereka yang justru merusak hutan duluan,” tegas Isran pada Selasa, (29/8/2023) di Hotel Novotel Balikpapan saat membuka Workshop Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon dan Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Berbasis Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Timur.

    Ia mengungkapkan, negara-negara maju membangun industri besar dengan merusak hutan hingga menimbulkan emisi yang juga tidak kalah besar.

    Negara-negara produsen emisi menuntut negara-negara pemilik hutan seperti Indonesia untuk giat menjaga kelestarian hutan dengan berbagai program dan kampanye. Tapi sayangnya mereka tidak berusaha meringankan upaya pelestarian hutan dengan kontribusi dalam upaya penyelamatan hutan.

    Bahkan, Isran mengungkapkan negara-negara yang bergabung dalam Uni Eropa justru menyerang Indonesia yang menjadi salah satu paru-paru dunia.

    Penyerangan tersebut berupa larangan ekspor minyak sawit ke Eropa karena dianggap perkebunan sawit di Indonesia tidak ramah lingkungan.

    Perlu diketahui, sawit yang ditanam di Indonesia berbentuk pohon yang mampu hidup hingga 30 tahun. Selama puluhan tahun tersebut pohon sawit akan menahan air saat hujan dengan menyimpan air serta menahan panas terik matahari. Sedangkan, negara-negara yang melarang ekspor sawit ke Eropa justru hanya menanam bunga matahari dengan jangka waktu hidup 6 bulan. Karenanya, Gubenur Kalimantan Timur itu bertanya lebih ramah lingkungan pohon sawit atau bunga matahari.

    “Mereka hanya menanam bunga matahari yang enam bulan harus dibabat dan rata lagi jadi tanah. Coba, lebih ramah lingkungan mana dengan perkebunan sawit?” tanya Isran.

    Selain menahan terik dan air, pohon sawit di Kalimantan Timur juga banyak menyumbangkan oksigen bagi dunia dan menjaga habitat beragam hayati dan habitat di dalamnya.

    Meski begitu, Isran mengungkap upaya pihaknya serta masyarakat Kalimantan Timur menjaga pelestarian hutan telah diakui dunia dengan adanya kompensasi Bank Dunia kepada Kalimantan Timur, November 2022 lalu.

    “Dan faktanya upaya penurunan emisi karbon kita sudah dibayar oleh World Bank USD 20,9 juta dari total USD 110 juta melalui program FCPF Carbon Fund. Kita berhasil menurunkan 32 juta ton co2eq dari target 22 juta ton. Masih ada kelebihan 10 juta ton,” jelasnya.

    Kompensasi yang diterima telah disalurkan ke kabupaten/kota dimana masyarakat penerimanya secara konsisten menjaga hutan dan alam.

    Workshop juga dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Bupati Paser Fadli Fahmi serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim EA Rafiddin Rizal.

    H Isran Noor Industri Workshop
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    DPRD Kawal Rencana Kawasan Industri Samarinda, Tegaskan Pengembangan Harus Mengacu RTRW

    Juni 26, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Partisipasi Aktif Pelaku Usaha Kaltim, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    Nur AjijahJuni 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Partisipasi dunia usaha menjadi kunci tersedianya data akurat, yang akan menjadi dasar…

    Program Jaga Desa Jadi Andalan DPMPD, Perkuat Pengawasan Dana Desa

    Juni 26, 2026

    Kampus Masih Punya PR Besar Wujudkan Ruang Aman bagi Mahasiswa

    Juni 26, 2026

    Kadin Kaltim Imbau Perusahaan Besar hingga UMKM Isi Data Sensus dengan Jujur

    Juni 26, 2026

    Andi Harun Anti Politik Dinasti, Larang Putranya Maju di Pilwali Samarinda

    Juni 26, 2026
    1 2 3 … 3,173 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.