Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan kadar klorida pada sumber air baku di sejumlah intake telah menyentuh bahkan melewati batas aman maksimal 250 ppm.
Kondisi ini terjadi akibat intrusi air asin yang semakin jauh masuk ke aliran Sungai Mahakam selama kemarau panjang melanda Kota Tepian.
Dengan situasi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat. Berdasarkan data teknis yang dipaparkannya, sebanyak 10 unit intake milik PDAM mengalami peningkatan kadar garam secara signifikan.
“Selain memaksimalkan usaha manusia, infak dan sedekah adalah jembatan terbaik kita untuk memohon pertolongan Allah SWT. Mari kita perkuat ikhtiar dan ketakwaan agar pertolongan-Nya segera tiba,” ujarnya saat doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu di Musholla Ar-Raudah, Kompleks Balai Kota Samarinda, Kamis, 10 September 2026 sore.
Menurutnya, Sungai Mahakam sebagai sumber air baku utama Samarinda turut terdampak kondisi kemarau yang berkepanjangan. Intrusi air asin membuat kadar klorida di sekitar area pengambilan air atau intake meningkat.
“Ini menjadi persoalan yang harus dihadapi Pemkot Samarinda untuk mempertahankan layanan air bersih di tengah kemarau. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan memahami apabila terjadi penyesuaian layanan selama kondisi tersebut berlangsung,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga memperkuat ikhtiar spiritual dengan menggelar doa bersama dan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Andi Harun berharap sedekah dan infak yang diberikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar memohon turunnya hujan.
“Mari bersama-sama memperbanyak doa, bersabar, dan bergotong royong menghadapi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air di Kota Samarinda,” tandasnya.

