Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Inflasi Kaltim Oktober 2026 Capai 4,04 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Penyumbang

    November 3, 2026

    Karhutla di Samarinda Berulang, BPBD Tunggu Keputusan BNPB soal Water Bombing

    November 3, 2026

    Gubernur Kaltim Pastikan Pasokan Batu Bara dan Perbaikan Jalan di Kutai Timur

    November 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Insiden Tongkang Cium Jembatan Mahulu, Akibatnya Fender Miring dan Pilar Retak
    Samarinda

    Insiden Tongkang Cium Jembatan Mahulu, Akibatnya Fender Miring dan Pilar Retak

    RidhoBy RidhoJanuari 25, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid Bina Marga PUPR Kaltim, Muhran
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda-Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan, adanya kerusakan pada fender jembatan serta pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), setelah insiden tabrakan tongkang batu bara yang terjadi pada Minggu, 25 Januari 2026 pagi.

    Teks: Tongkang yang Menabrak Jembatan Mahulu

    Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menyampaikan pihaknya melakukan peninjauan lapangan setelah menerima informasi awal yang beredar di media sosial serta laporan dari masyarakat. Sekitar pukul 10.00 WITA, tim PUPR-Pera bersama konsultan teknis turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

    “Setelah memperoleh informasi dari media sosial, kami langsung melaporkannya kepada pimpinan dan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan kajian lapangan,” ujar Muhran usai peninjauan, Minggu, 25 Januari 2026.

    Menurutnya pada hasil pemeriksaan awal, bahwa Tongkang Marine Power 3066 menabrak salah satu safety fender jembatan dari arah Samarinda menuju Loa Buah. Fender yang terdampak terlihat mengalami kemiringan, retak, serta kerusakan berupa gompal pada beberapa bagian.

    “Dari tiga fender yang berada di sisi Samarinda–Loa Buah, satu fender yang berada di posisi paling depan mengalami benturan. Secara visual terlihat adanya retakan dan bagian yang terkelupas,” jelasnya.

    Tidak hanya fender, struktur pilar jembatan juga dilaporkan mengalami dampak. Pilar nomor 8 dan 9 ditemukan memiliki bekas goresan serta retak akibat benturan tongkang tersebut.

    “Selain fender, pilar 8 dan pilar 9 turut terdampak. Terdapat bekas gesekan dan kerusakan pada bagian pilar,” ungkap Muhran.

    Kemudian saat ini, tim konsultan tengah melakukan pengukuran geometri untuk memastikan kondisi struktur jembatan pascainsiden. Pemeriksaan difokuskan pada kemiringan pilar, keretaan lantai jembatan, kondisi expansion joint, trotoar, serta parapet.

    “Pengukuran geometri masih berlangsung. Pemeriksaan awal dilakukan secara visual untuk memastikan pilar tetap tegak lurus dan elemen lainnya dalam kondisi rata. Hasil pastinya akan diketahui setelah laporan pengukuran selesai,” ujarnya.

    Muhran menambahkan, sebelumnya DPUPR-Pera Kaltim telah melaksanakan uji dinamis terhadap Jembatan Mahulu sekitar satu pekan lalu. Namun, dengan terjadinya insiden tabrakan ketiga ini, hasil uji tersebut akan dievaluasi kembali.

    “Kejadian ini tentu memengaruhi kondisi atau kesehatan jembatan. Hasil uji dinamis sebelumnya sebenarnya hampir rampung, tetapi dengan adanya tabrakan ketiga, kami akan meninjau ulang hasil pengukuran geometri. Hasil akhirnya akan kami sampaikan kepada publik,” katanya.

    Ia juga menyoroti tingginya risiko di sisi Loa Buah, mengingat pilar jembatan di area tersebut saat ini tidak lagi dilengkapi fender pelindung.

    “Di sisi Loa Buah, pilar sudah tidak memiliki fender, sehingga risikonya lebih besar. Sementara di sisi Samarinda masih terdapat tiga fender. Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

    Terkait lalu lintas di atas jembatan, DPUPR-Pera Kaltim masih memberlakukan pembatasan bagi kendaraan berat. Kendaraan dengan muatan di bawah 8 ton masih diizinkan melintas, sedangkan kendaraan dengan beban di atas 8 ton belum direkomendasikan.

    “Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya, kendaraan dengan muatan di bawah 8 ton masih diperbolehkan melintas. Untuk kendaraan di atas 8 ton, sementara ini belum kami rekomendasikan,” jelas Muhran.

    Ia juga membuka kemungkinan diberlakukannya penutupan total atau rekayasa lalu lintas lanjutan, namun keputusan tersebut masih menunggu hasil koordinasi dengan instansi terkait.

    “Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan KSOP, Pelindo, serta pihak-pihak terkait lainnya. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

    Batu bara DPUPR Mahulu Tabrakan Tongkang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Karhutla di Samarinda Berulang, BPBD Tunggu Keputusan BNPB soal Water Bombing

    November 3, 2026

    Gubernur Kaltim Pastikan Pasokan Batu Bara dan Perbaikan Jalan di Kutai Timur

    November 3, 2026

    Grand City Samarinda Pastikan Jalan Tetap Dibuka 24 Jam, Delapan Kesepakatan Diklaim Terpenuhi

    November 2, 2026

    Karhutla Samarinda Belum Mereda, 347 Kejadian Tercatat hingga Awal November

    November 2, 2026

    Empat Pembangkit Listrik Bermasalah, Pemadaman Bergilir Samarinda Berlanjut hingga Desember

    Oktober 30, 2026

    Empat Bulan Listrik Samarinda Padam Bergilir, PLN Belum Bisa Jelaskan Penyebabnya

    Oktober 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Inflasi Kaltim Oktober 2026 Capai 4,04 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Penyumbang

    AminahNovember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Inflasi tahunan Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 4,04 persen pada Oktober 2026. Kenaikan…

    Karhutla di Samarinda Berulang, BPBD Tunggu Keputusan BNPB soal Water Bombing

    November 3, 2026

    Gubernur Kaltim Pastikan Pasokan Batu Bara dan Perbaikan Jalan di Kutai Timur

    November 3, 2026

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,424 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.