Insitekaltim, Samarinda – Infosatu.co dan Insitekaltim kembali meraih sertifikasi verifikasi Dewan Pers untuk periode kedua. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan media dalam menjaga profesionalisme, kualitas kerja jurnalistik, serta tata kelola perusahaan pers di tengah persaingan industri media yang semakin ketat.
Pemimpin Redaksi (Pimred) Infosatu.co dan Insitekaltim Samsul Arifin mengatakan, manajemen bersyukur atas kembali diraihnya sertifikasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pemenuhan persyaratan hingga sertifikat dapat diterbitkan.
“Intinya kami bersyukur karena sertifikat kedua ini bisa kita raih kembali. Untuk timeline dan proses verifikasi mungkin Bu Uci yang paham dari awal proses, sampai hari ini terbit sertifikat untuk periode kedua,” ujar Samsul di Kantor MSI Group di Jalan Adam Malik Kota Samarinda, Jumat, 25 September 2026.
Menurutnya, proses tersebut tidak mudah karena membutuhkan kerja dan kesiapan seluruh bagian perusahaan. Mulai dari reporter lapangan hingga jajaran pendukung di internal media memiliki peran dalam memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.
“Manajemen mengapresiasi kinerja seluruh tim, baik reporter lapangan maupun ofisial pendukung lainnya. Tidak mudah memenuhi proses ini sampai sertifikat bisa diraih hari ini. Tapi dengan kerja keras dan semangat seluruh tim, hasil baik ini bisa diraih,” katanya.
Dewan Pers sendiri melakukan pendataan dan verifikasi perusahaan pers sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Berdasarkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/I/2023, proses tersebut mencakup pendataan, verifikasi administrasi dan faktual, hingga pemantauan serta perpanjangan sertifikat. Sertifikat Terverifikasi Faktual berlaku selama lima tahun.
Hingga Juli 2026, Dewan Pers mencatat 126 perusahaan pers telah menjalani verifikasi faktual, dengan total 1.118 perusahaan pers terverifikasi. Dewan Pers juga menekankan verifikasi sebagai instrumen untuk menjaga tata kelola perusahaan pers agar profesional, kredibel, dan bertanggung jawab.
Samsul menilai tantangan industri media ke depan akan semakin besar, terutama dengan perkembangan media sosial yang mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi.
“Kompetisi media ke depan akan semakin ketat, ditambah lagi booming media sosial yang nampaknya masih akan terus menjadi pesaing terberat media massa hingga beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Di tengah tekanan ekonomi dan perubahan industri tersebut, ia memastikan Infosatu.co dan Insitekaltim tetap berupaya menghadirkan informasi yang aktual dan bermanfaat bagi masyarakat Kaltim.
Sementara itu, wartawan Infosatu.co Adi Rizki Ramadhan menilai, sertifikasi dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk terus meningkatkan kualitas dan standar kerja jurnalistik.
Menurut Adi, proses tersebut mendorong wartawan memahami pola kerja yang lebih baik, mulai dari penyusunan berita, pengambilan foto, membangun jejaring dengan narasumber, hingga mengirimkan berita kepada redaksi.
“Adanya sertifikasi ini benar-benar membantu wartawan untuk meningkatkan kualitas diri, karena kita belajar memiliki standar dan cara kerja yang lebih baik terus ke depannya,” kata Adi.
Ia menambahkan, peningkatan kemampuan juga mencakup bagaimana wartawan menelaah isu serta mengisi berbagai rubrik di website. Dengan pola kerja yang semakin terarah, wartawan diharapkan mampu terus berkembang dan menghadapi persaingan di industri media.
“Dengan adanya pola kerja ini diharapkan kita sebagai wartawan dapat terus berkembang dan berdaya saing,” pungkasnya.

