Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memaksimalkan berbagai sumber air untuk menjaga lahan pertanian tetap mendapat pasokan air di tengah ancaman kekeringan.
Plt Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarind Noke Pattipawaej mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko gagal panen akibat kekurangan air.
Menurutnya, sejumlah kelompok tani telah memiliki pompa air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan. Pemerintah mendorong agar fasilitas tersebut digunakan secara maksimal selama kondisi kering berlangsung.
“Kalau untuk pompa air memang beberapa kelompok itu memang ada pompa airnya. Kita maksimalkan untuk penggunaan untuk pengairan,” ujarnya di DKPP Samarinda, Jalan Biola, Jumat, 21 Agustus 2026.
Namun, persoalan yang dihadapi bukan hanya ketersediaan pompa, melainkan juga sumber air yang dapat digunakan. Noke menjelaskan, apabila sumber air utama seperti anak sungai ikut mengering, pemerintah akan mencari alternatif dari sumber lain, termasuk sumur maupun embung yang masih tersedia.
Untuk menjangkau sumber air tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan pompa portable yang lebih mudah dipindahkan. Fasilitas pendukung seperti pipa atau selang nantinya dapat diberikan untuk membantu menjangkau sumber air.
Selain itu, upaya pengairan juga telah dilakukan di kawasan Samarinda Utara. Pemerintah berkoordinasi dengan badan pengelola waduk untuk membuka jalur irigasi menuju kawasan persawahan.
“Kemarin sih sudah dilaksanakan beberapa, untuk kawasan Samarinda Utara itu dibuka pintu airnya untuk kawasan persawahan di sana,” jelasnya.
Ia menuturkan, penggunaan tangki air juga menjadi salah satu opsi untuk membantu memenuhi kebutuhan air. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai alternatif terakhir.
“Kemarin itu kita coba selain mencari sumber air mungkin dengan penggunaan bantuan tangki air. Tapi menurut saya juga itu upaya itu sebagai upaya terakhir,” sebutnya.
Berbagai langkah tersebut dilakukan dengan harapan fase kekeringan dapat dilewati tanpa menimbulkan dampak besar terhadap hasil panen petani.

