Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026

    Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia

    Juni 16, 2026

    Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Kurniawan Ajak Warga Samarinda Perkuat Semangat Hijrah

    Juni 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia
    Ekonomi

    Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pengamat Ekonomi Unmul, Aji Sofyan Effendi (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Aji Sofyan Effendi mengatakan, kondisi ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini, tidak bisa dilepaskan dari berbagai gejolak yang terjadi di tingkat global.

    Konflik geopolitik, tingginya suku bunga global, dan perlambatan ekonomi negara-negara besar menjadi faktor utama, yang saat ini menekan perekonomian dunia.

    Dampaknya turut dirasakan Indonesia, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih bergantung pada sektor komoditas ekspor.

    “Kalau hari ini kita melihat persoalan ekonomi di daerah, itu tidak muncul begitu saja. Ada yang disebut external shock, yaitu guncangan dari luar, yang memengaruhi ekonomi Indonesia sampai ke tingkat daerah,” ujarnya.

    Aji menjelaskan, faktor yang menjadi ancaman adalah konflik geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

    Mulai dari perang Rusia-Ukraina, konflik di Timur Tengah, hingga rivalitas ekonomi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

    Menurutnya, berbagai konflik tersebut memicu gangguan rantai pasok global. Ketidakstabilan harga energi dan pangan, serta meningkatkan ketidakpastian investasi di berbagai negara.

    Dampaknya adalah gangguan rantai pasok global, harga energi yang berfluktuasi, harga pangan yang berubah-ubah, dan meningkatnya ketidakpastian investasi.

    Juga tingginya suku bunga global, terutama yang masih dipertahankan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat aset berbasis dolar AS, menjadi lebih menarik bagi investor sehingga banyak modal kembali mengalir ke negara tersebut.

    “Ketika suku bunga tinggi, orang lebih memilih menyimpan aset dalam dolar. Dibandingkan masuk ke sektor usaha yang dianggap berisiko. Akibatnya modal kembali ke Amerika Serikat,” jelasnya.

    Fenomena tersebut, berdampak pada menguatnya dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

    Menyusul perlambatan ekonomi dunia, khususnya di China.

    Menurut Aji, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius. Karena China, merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

    China selama ini, menjadi pasar utama bagi ekspor batu bara Indonesia. Juga salah satu tujuan utama ekspor minyak sawit.

    Ketika pertumbuhan ekonomi negara tersebut melambat, permintaan terhadap berbagai komoditas juga berpotensi menurun.

    “Dampaknya akan dirasakan negara-negara pengekspor, termasuk Indonesia,” ujarnya.

    Meski demikian, Aji menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah berbagai tekanan global tersebut.

    Sejumlah lembaga internasional masih memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,7 hingga 5,2 persen pada 2026.

    Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,6 persen.

     

    Aji Sofyan Effendi Ekonomi Gejolak Politik Global Universitas Mulawarman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    Kadin Kaltim Wanti-Wanti Pengusaha Daerah Tak Tersisih oleh Investor Besar

    Juni 12, 2026

    Persiapan Jadi Penyangga IKN, Samarinda Hadapi Ancaman Urbanisasi dan Inflasi

    Juni 11, 2026

    Harga BBM Melonjak Signifikan, Pertamax Kini Rp16.250 per Liter

    Juni 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    SittiJuni 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berjalan, masih…

    Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia

    Juni 16, 2026

    Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Kurniawan Ajak Warga Samarinda Perkuat Semangat Hijrah

    Juni 16, 2026

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Juni 16, 2026

    Fahmi: Kaltim Tak Sekadar Berpartisipasi, Targetkan Prestasi di PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo

    Juni 16, 2026
    1 2 3 … 3,149 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.