Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri

    Juni 8, 2026

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    Juni 8, 2026

    Buka di Samarinda, W Superclub Terancam Disidak Jika Tak Penuhi Standar Keselamatan

    Juni 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Fraksi Gerindra-Berkarya Kritik Perencanaan Anggaran Bontang, Tiga Tahun Tanpa Kemajuan
    DPRD Bontang

    Fraksi Gerindra-Berkarya Kritik Perencanaan Anggaran Bontang, Tiga Tahun Tanpa Kemajuan

    SittiBy SittiAgustus 7, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Bontang Sutarmin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Fraksi Gerindra dan Berkarya mengkritik perencanaan dan perekonomian dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bontang tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

    “Perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama tiga tahun terakhir, disusun bukan berdasarkan kajian yang matang dan selalu berorientasi pada hasil kuantitas, bukan dampak yang berkualitas untuk mencapai kemanfaatan,” ujar Anggota DPRD Bontang Sutarmin saat menyampaikan pandangan fraksi, baru-baru ini.

    Pergeseran anggaran, program dan kegiatan pada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terjadi begitu masif, berdampak pada rendahnya serapan anggaran dan potensi peningkatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di akhir tahun.

    Menurutnya, pengelolaan keuangan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bontang dalam tiga tahun terakhir masih jauh dari peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah untuk mencapai kemandirian fiskal. Dua faktor utama yang memengaruhi hal ini, lanjut Sutarmin kurangnya pemahaman tentang kebijakan fiskal dan belum sepenuhnya diterapkannya kebijakan akuntansi pemerintah daerah.

    “Akibat dari kurangnya pemahaman tentang kebijakan fiskal dan penerapan kebijakan akuntansi pemerintah daerah, terjadi ekonomi flight dimana uang yang dimiliki Kota Bontang justru masif berputar di luar daerah Kota Bontang. Ini menyebabkan perekonomian Kota Bontang menjadi perekonomian semu yang sulit keluar dari daerah berpenghasilan menengah menuju daerah berpenghasilan tinggi,” jelas Sutarmin.

    Lebih lanjut, rendahnya kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dalam APBD dan tingginya ketergantungan pada dana bagi hasil dan bantuan keuangan. Hal ini, menurutnya, berdampak pada rendahnya Human Capital Index, tingginya angka pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut.

    “Kami mempertanyakan dasar kebijakan akuntansi pemerintah daerah, mengapa angka kemiskinan dan pengangguran masih tinggi, mengapa IPM kita rendah dan sejauh mana terobosan serta inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan PAD,” ungkapnya.

    Fraksi Gerindra-Berkarya berharap, pemerintah daerah dapat lebih serius dalam merencanakan dan mengelola anggaran, serta mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah secara keseluruhan.

    Raperda 2024 SiLPA Sutarmin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Komisi II DPRD Samarinda Bedah Cashflow dan Aset Pemkot, Dorong Optimalisasi PAD 2026

    Februari 9, 2026

    Rp2,59 T Tak Terserap, DPRD Desak Evaluasi Skema Anggaran Pemprov

    Juli 29, 2025

    BKT Jadi Temuan BPK, Seno Aji: Kita SiLPA-kan

    Mei 23, 2025

    Rizal Desak Pemerintah agar Pegawai Non-ASN Diangkat P3K

    Februari 12, 2025

    Yassier Arafat Sebut Lapangan Berbas Pantai Butuh Perbaikan, Bukan Alih Fungsi

    November 28, 2024

    DPT Bontang Naik, Ketua DPRD Optimis Partisipasi Pemilih Tinggi

    November 26, 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri

    Nur AjijahJuni 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Harga minyak goreng dan bawang, pasca Iduladha terpantau mengalami kenaikan. Sementara telur justru…

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    Juni 8, 2026

    Buka di Samarinda, W Superclub Terancam Disidak Jika Tak Penuhi Standar Keselamatan

    Juni 8, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Tak Mau Ujuk-Ujuk Maju, Helmi Akan Bangun Mesin Politik hingga Tingkat RT

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,129 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.