Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Fraksi Demokrat–PPP Desak Kejelasan Program Gratispol dalam Ranperda Pendidikan
    DPRD Kaltim

    Fraksi Demokrat–PPP Desak Kejelasan Program Gratispol dalam Ranperda Pendidikan

    SittiBy SittiJuli 21, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Fraksi Demokrat–PPP Husin Djufri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Fraksi Demokrat–PPP menyoroti belum jelasnya pengaturan teknis Program Gratispol dalam draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kalimantan Timur. Dalam forum Rapat Paripurna Ke-25 DPRD Kaltim yang digelar Senin 21 Juli 2025 Fraksi Demokrat–PPP menilai ketidakjelasan ini menimbulkan kebingungan di masyarakat.

    Wakil Ketua Fraksi Demokrat–PPP Husin Djufri menyebut Program Gratispol sudah jadi bahan pembicaraan luas di tengah masyarakat, namun hingga kini belum ada kepastian siapa yang berhak menerima, cakupan biaya apa saja yang ditanggung, dan apakah program ini juga berlaku bagi mahasiswa yang sudah aktif di kampus.

    “Masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan Gratispol dengan program beasiswa sebelumnya. Bahkan mahasiswa yang sudah berjalan di semester lanjut pun belum tahu apakah ikut tercover atau tidak,” ujarnya di Gedung Utama (B) DPRD Kaltim.

    Gratispol merupakan bagian dari misi utama pembangunan Kalimantan Timur, yang mencita-citakan SDM unggul, sehat, sejahtera, dan religius. Program ini meliputi pembiayaan pendidikan dari jenjang SMA/SMK/SLB sesuai kewenangan provinsi, hingga S3 di dalam dan luar negeri. Namun, menurut Fraksi Demokrat–PPP, secara teknis semua itu belum tergambar dalam isi ranperda.

    Di lapangan, kebingungan juga terjadi di awal tahun ajaran baru. Sejumlah orang tua mempertanyakan biaya seragam, buku, dan perlengkapan lainnya. Beberapa bahkan mengaku mendapat pungutan yang mengatasnamakan Gratispol.

    “Kami menemukan laporan, ada pungutan padahal katanya semua gratis. Kalau memang gratis, harus tegas aturannya, jangan setengah-setengah,” lanjut Husin.

    Selain itu, Fraksi Demokrat–PPP meminta agar ranperda ini tidak lepas dari sasaran utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kaltim saat ini berada di posisi tujuh nasional untuk rata-rata lama sekolah, dan posisi lima dalam angka harapan lama sekolah serta partisipasi murni jenjang SMA. Dengan regulasi yang tepat, angka-angka itu bisa terus didorong naik.

    “Ranperda ini bukan hanya soal administrasi. Harus jadi dasar hukum yang kokoh dan tahan terhadap perubahan kepemimpinan. Jangan sampai tiap ganti pemimpin, aturan berubah-ubah,” kata Husin.

    Fraksi Demokrat–PPP menyerahkan tindak lanjut pembahasan kepada anggota fraksi yang tergabung dalam panitia khusus (pansus), dengan harapan seluruh muatan substansi, termasuk kejelasan teknis Gratispol, dibahas tuntas dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

    Gratispol Husin djufri Raperda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    PAN-NasDem Minta Empat Raperda Kaltim Tak Tumpang Tindih Kewenangan

    Agustus 10, 2026

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026

    1.040 Mahasiswa di Berau Terima Gratispol Rp4,49 Miliar, Gubernur: Investasi SDM Kaltim

    Juli 23, 2026

    Kian Terhimpit Ritel Modern, Regulasi Baru Pasar Tradisional Samarinda Rampung 3 Bulan Lagi

    Juli 5, 2026

    Bapemperda Matangkan Perda Lingkungan Hidup, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Juli 4, 2026

    Sempat Tertunda, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Pengesahan Raperda Kepemudaan Tahun Ini

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.