Insitekaltim, Samarinda – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur (Kaltim) K.H. Muhammad Rasyid berharap kepengurusan baru FKUB Kota Samarinda periode 2026–2031 dapat menjadi barometer bagi FKUB kabupaten/kota se-Kaltim.
Rasyid mengatakan, terdapat sejumlah alasan yang membuat dirinya optimistis terhadap kepengurusan baru FKUB Samarinda. Salah satunya perpaduan pengalaman pengurus sebelumnya dengan semangat anggota baru. Harapan tersebut disampaikan Rasyid saat menghadiri pengukuhan Pengurus FKUB Kota Samarinda periode 2026–2031 digedung Arutalla Bapperida, Selasa, 11 Agustus 2026.
“Kalau pengalaman ini dimanfaatkan untuk FKUB dengan jaringan yang sangat luas dalam berbagai pihak, lalu organisasinya apik karena sekretarisnya cukup handal, saya yakin bahwa untuk tingkat pertama, FKUB Samarinda bisa menjadi barometer di Kaltin,” ujar Rasyid.
Ia menjelaskan, sekretaris FKUB Samarinda telah memiliki pengalaman selama lima tahun dalam kepengurusan sebelumnya. Sementara ketua baru dinilai memiliki pengalaman organisasi yang luas serta jaringan yang kuat di berbagai pihak.
Menurutnya, hampir separuh kepengurusan FKUB Samarinda juga mengalami pergantian. Hal tersebut dinilai menjadi bagian dari proses seleksi untuk mempertahankan pengurus yang memiliki potensi dan menambah anggota baru dengan semangat yang tinggi.
“Ditambah dengan anggota-anggota baru yang punya, saya yakin punya semangat yang tinggi. Sehingga nanti interaksi antar pengurus, ditambah dengan semangat yang tinggi, insya Allah kinerjanya akan berjalan bagus,” katanya.
Rasyid juga menilai posisi Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kaltim membuat FKUB Samarinda memiliki posisi strategis. Karena itu, ia berharap perhatian Pemerintah Kota Samarinda terhadap FKUB dapat semakin memperkuat peran organisasi tersebut.
Ia mengatakan tantangan dalam menjaga kerukunan umat beragama akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman. FKUB pun dituntut mampu menghadapi berbagai persoalan dengan cara dan pendekatan yang menyesuaikan kondisi.
“Kita perlu membantu Pemerintah Kota Samarinda dalam berbagai aspek yang merupakan tantangan yang muncul dengan variasi-variasi yang baru, maka kita juga perlu menghadapinya dengan variasi yang baru,” tuturnya.
Menurut Rasyid, kekuatan organisasi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia mengibaratkan organisasi yang tidak tertata akan kesulitan menghadapi kelompok yang memiliki jaringan dan sistem kerja yang lebih rapi.
Ia kemudian mencontohkan persoalan narkoba yang memiliki jaringan luas. Menurutnya, persoalan tersebut dapat dihadapi apabila seluruh pihak mampu bekerja secara terorganisasi dan menjaga kondusivitas Kota Samarinda.
“Masalah yang kita hadapi taruhlah misalnya narkoba, jaringannya luar biasa. Tapi bisa ditangkis apabila kita juga bekerja secara rapi dan memberikan kondusivitas yang bagus se-Kota Samarinda,” jelasnya.
Rasyid berharap FKUB mampu hadir bersama Pemerintah Kota Samarinda hingga dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga semua rumah tangga-rumah tangga bisa merasakan kehadiran FKUB bersama Pemerintah Kota Samarinda. Itu modal yang paling bagus,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan organisasi yang tertata menjadi penting agar berbagai upaya menjaga kerukunan dapat berjalan efektif.
“Kebenaran akan kalah jika tidak ditopang oleh organisasi yang apik. Kebatilan akan menang jika dia bekerja dengan organisasi yang rapi,” katanya.
Karena itu, Rasyid mendorong FKUB Kota Samarinda membangun sistem organisasi yang baik serta memperkuat perencanaan bersama Kesbangpol sebagai pihak yang menaungi FKUB.
“Tentu perlu napas dan bensin. Napas dan bensin itu adalah bisa didapatkan jika perencanaannya diatur bersama antara FKUB dan Kesbangpol yang wadahi FKUB,” pungkasnya.

