Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    PAD Kaltim Dikoreksi Rp1,89 Triliun, Pendapatan Daerah 2026 Turun Jadi Rp13,36 Triliun

    September 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Fiskal Kaltim Diprediksi Turun, DPRD Soroti Kemandirian Daerah
    DPRD Kaltim

    Fiskal Kaltim Diprediksi Turun, DPRD Soroti Kemandirian Daerah

    AminahBy AminahJuni 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Pansus RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Proyeksi fiskal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk tahun 2026 diperkirakan menurun signifikan menjadi sekitar Rp18,78 triliun, dari sebelumnya berkisar antara Rp20 triliun hingga Rp21 triliun pada tahun anggaran 2025. Situasi ini memicu perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, yang menilai perlunya langkah konkret memperkuat kemandirian keuangan daerah.

    Syarifatul Sya’diah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kaltim sekaligus anggota Komisi III, menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat. Ia mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebagai strategi utama menjaga stabilitas fiskal di tengah tren penurunan pendapatan.

    “Ini jadi salah satu usulan Fraksi Golkar. Kami mendorong Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan PAD, baik dari BUMD, pajak daerah, retribusi, maupun sektor potensial lainnya,” ujarnya usai Rapat Paripurna ke-18 DPRD Kaltim, Kamis 12 Juni 2025.

    Syarifatul menjelaskan, sektor-sektor unggulan seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, serta jasa dan industri kreatif belum tergarap secara maksimal untuk mendukung PAD. Ia menilai peluang lokal sangat besar, tinggal bagaimana pemerintah provinsi berani menggarapnya secara agresif dan strategis.

    “Kalau belanja kita tinggi tapi pendapatan tidak diimbangi, ya kita akan terus defisit. Kita ingin Kaltim bisa meniru daerah seperti Surabaya atau Jakarta yang mandiri secara fiskal,” jelasnya.

    Menurutnya, memperkuat PAD bukan hanya soal menambah pemasukan, tapi juga memberikan ruang kendali lebih luas bagi daerah dalam menyusun arah pembangunan tanpa tekanan dari kebijakan pusat.

    “Kita punya banyak potensi. Tinggal bagaimana Pemprov bisa lebih aktif menarik peluang usaha dan memaksimalkan peran BUMD agar memberi kontribusi nyata bagi kas daerah,” tambahnya.

    Langkah ini juga sejalan dengan pembahasan RPJMD 2025–2029 yang kini tengah digodok di pansus. Penurunan fiskal disebut menjadi sinyal kuat bagi perlunya reformasi kebijakan fiskal daerah secara menyeluruh.

    DPRD berharap pemerintah provinsi segera menyusun strategi yang mencakup perbaikan tata kelola BUMD, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, hingga penciptaan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

    “Reformasi fiskal ini tidak bisa ditunda. Kalau tidak dimulai sekarang, kita akan kesulitan memenuhi pembiayaan pembangunan jangka menengah,” tegas Syarifatul.

    Dalam penyusunan RPJMD 2025–2029, DPRD mendorong agar isu kemandirian fiskal ini menjadi perhatian utama. Tidak hanya untuk menyesuaikan struktur belanja dan pendapatan, tapi juga sebagai langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan, berbasis kekuatan lokal.

    PAD Pansus Syarifatul Syadiah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Hampir 20 Tahun STS Berjalan, DPRD Kaltim Ancam Ubah Kawasan Jadi Zona Nelayan

    September 17, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026

    DPRD Tolak Keras Pemangkasan Anggaran, Bantuan Pakan dan Bibit Ikan Terancam Terhenti

    Juni 25, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026

    DPRD Samarinda Warning Pemkot: Cari PAD Baru, Jangan Jadikan Warga Sasaran Beban Tambahan

    Juni 22, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    Ratu ArifanzaSeptember 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keluarga Edi Anto Wong melalui kuasa hukum mendesak RSUD Abdul Wahab Sjahranie…

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    PAD Kaltim Dikoreksi Rp1,89 Triliun, Pendapatan Daerah 2026 Turun Jadi Rp13,36 Triliun

    September 26, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,365 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.