Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda
    Pemerintah

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    R’syaBy R’syaAgustus 14, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancarai, Jumat, 14/8/2026. (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan efisiensi menjadi landasan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027, dengan belanja prioritas didahulukan dan program yang belum menjadi prioritas ditunda sesuai kemampuan anggaran.

    “Secara resmi kita sampaikan bahwa RAPBD 2027 tetap memakai paradigma atau basis efisiensi,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan II Tahun 2026 di DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Jumat, 14 Agustus 2026.

    RAPBD 2027 direncanakan memiliki pendapatan sekitar Rp3,3 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp1,3 triliun, pendapatan transfer sekitar Rp2,1 triliun, serta pendapatan lain-lain yang sah.

    Menurutnya, kemampuan fiskal tersebut akan diarahkan untuk memenuhi belanja wajib dan pelayanan dasar, termasuk mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen, kesehatan, pengawasan, infrastruktur pelayanan dasar, serta belanja pegawai.

    “Basis efisiensi itu apa? Kita mendahulukan belanja prioritas, sebagaimana tadi telah saya sebutkan dan menunda belanja-belanja yang tidak prioritas,” tegasnya.

    Andi Harun menjelaskan, efisiensi tidak berarti menghentikan program prioritas. Pemerintah hanya menyesuaikan jumlah dan waktu pelaksanaan program berdasarkan kemampuan anggaran.

    Dirinya mencontohkan pembangunan infrastruktur. Jika dalam kondisi anggaran normal pemerintah dapat merencanakan pembangunan 50 ruas jalan, keterbatasan anggaran membuat ruas yang akan dikerjakan harus diseleksi berdasarkan skala prioritas dan dampaknya terhadap pelayanan publik.

    “Jumlahnya yang akan berkurang, tapi bukan berhenti belanja,” tuturnya.

    Selain seleksi program, efisiensi terhadap belanja rutin juga akan terus dilakukan, termasuk belanja makan dan minum, perjalanan dinas, serta kegiatan seremonial.

    Ia mengaku kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga kemampuan pemerintah membiayai urusan wajib di tengah ruang fiskal yang lebih terbatas akibat kebijakan nasional terkait efisiensi Transfer ke Daerah (TKD).

    “Kita ingin membuktikan bahwa walaupun APBD turun karena pengaruh kebijakan nasional terhadap efisiensi belanja TKD, kita tetap mampu melaksanakan urusan-urusan pemerintahan yang bersifat wajib, bersifat mandatory spending,” pungkasnya.

     

    Andi Harun Pemkot Samarinda RAPBD 2027 Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    Ratu ArifanzaSeptember 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman rabies masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di Kaltim. Dalam tiga tahun…

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026
    1 2 3 … 3,368 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.