Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat laju pertumbuhan ekonomi 2025, berada di angka 6,22 persen, turun dari 8,66 persen pada 2024.
Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto menjelaskan, perlambatan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kebijakan efisiensi anggaran. Ini yang berdampak pada aktivitas belanja pemerintah dan pergerakan sektor-sektor utama penopang ekonomi daerah.
Menurutnya, struktur ekonomi Samarinda sangat bergantung pada sektor konstruksi, perdagangan, transportasi, dan jasa. Keempat sektor tersebut, memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) dan sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah.
“Di tahun 2025 kita sedikit terganggu dengan adanya efisiensi anggaran yang menyebabkan ruang gerak pemerintah kota dalam melakukan berbagai terobosan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas,” ujarnya, di Samarinda.
Selain itu, berkurangnya penyelenggaraan berbagai kegiatan pemerintahan maupun event berskala regional dan nasional turut memengaruhi aktivitas ekonomi di Kota Tepian.
Supriyanto menuturkan, biasanya kegiatan seperti rapat koordinasi kementerian maupun organisasi perangkat daerah yang digelar di Samarinda mampu menggerakkan berbagai sektor usaha.
“Ketika ada kegiatan atau event di Samarinda, sektor akomodasi, transportasi, kuliner hingga jasa lainnya ikut bergerak. Saat kegiatan-kegiatan itu berkurang karena efisiensi anggaran, maka perputaran ekonomi juga ikut melambat,” katanya.
Ia menjelaskan, tamu yang datang ke Samarinda untuk mengikuti kegiatan pemerintahan. Akan menggunakan hotel, transportasi, serta mengonsumsi produk dan jasa lokal.
Rantai aktivitas tersebut, menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
Namun ketika frekuensi kegiatan menurun, sektor-sektor pendukung kehilangan sebagian permintaan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak dapat bergerak optimal.
“Ketika sektor akomodasi tidak bergerak maksimal, otomatis transportasi, kuliner, dan sektor pendukung lainnya juga ikut terdampak. Akhirnya perputaran ekonomi menjadi sedikit terhambat,” jelasnya.
Meski mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Samarinda masih berada pada level positif.
BPS berharap aktivitas ekonomi dapat kembali meningkat seiring membaiknya belanja pemerintah, penyelenggaraan berbagai kegiatan, serta penguatan sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama perekonomian kota.

