
Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memasang target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,3 triliun pada 2027 di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Di tengah badai efisiensi saat ini, prioritas tetap layanan dasar, kaitannya dengan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.
Ia menegaskan, target PAD tersebut perlu dicapai dengan menggali potensi pendapatan tanpa membebani masyarakat. Ia menyebut tiga langkah yang perlu dilakukan Pemkot Samarinda, yakni intensifikasi, ekstensifikasi dan inovasi PAD.
Intensifikasi dilakukan dengan mengoptimalkan sumber PAD yang sudah ada, terutama pajak.
“Bagaimana kita mengintensifkan pajak itu, terutama dari pajak makan dan minum, pajak restoran dan sebagainya. Ini yang kita ingin pemerintah kota menggali lagi atau mengoptimalkan pengawasan,” terangnya.
Sementara ekstensifikasi diarahkan pada penggalian potensi pendapatan di luar pajak. Menurutnya, pariwisata dan investasi menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Pariwisata yang ada di Kota Samarinda ini banyak, tapi pemerintah kota belum hadir di sana. Ini juga menjadi sumber kreatif kita,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot Samarinda didorong melakukan inovasi untuk menambah sumber pendapatan daerah. Deni mencontohkan pengembangan usaha air minum dan kemasan sebagai salah satu inovasi yang telah dilakukan pemerintah kota. Namun, ia mengingatkan peningkatan PAD tidak boleh dilakukan dengan membebani masyarakat.
“Kita ingin bahwa roda ekonomi di Kota Samarinda ini bisa bergerak. Kita tidak ingin di tengah efisiensi ini banyak masyarakat kita yang kondisinya kurang bagus,” ucapnya.
Deni berharap langkah tersebut dapat memaksimalkan PAD pada 2027 sehingga pembangunan, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Samarinda tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran.

