Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»DPRD Kaltim Protes Gubernur Tak Hadir di Paripurna
    DPRD Kaltim

    DPRD Kaltim Protes Gubernur Tak Hadir di Paripurna

    SittiBy SittiJuni 12, 2025Updated:Juni 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kaltim Makmur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Minimnya kehadiran pejabat struktural dalam Rapat Paripurna ke-18 DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang digelar pada Kamis, 12 Juni 2025 di Gedung Utama Kantor DPRD Kaltim, memicu kritik dari sejumlah anggota dewan.

    Forum resmi yang seharusnya menjadi ruang evaluasi kinerja pemerintah justru dihadiri oleh perwakilan teknis dan staf ahli, bukan pejabat utama seperti gubernur, wakil gubernur, atau sekretaris daerah. Para legislator menilai kondisi ini mencerminkan sikap yang tidak menghargai lembaga legislatif dan melemahkan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD.

    Anggota DPRD Kaltim Makmur menyampaikan keberatan terhadap representasi pemerintah provinsi yang dinilai kurang serius dalam menghadiri forum penting seperti paripurna.

    “Yang sering datang ke sini bukan pejabat penting. Untuk kegiatan teknis, mungkin masih bisa diterima. Tapi untuk forum seperti ini, seharusnya yang hadir adalah Gubernur atau Wakil Gubernur,” ujar Makmur.

    Sebagai mantan pejabat pemerintahan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, ia menilai bahwa forum paripurna semestinya mendapat perhatian penuh dari pimpinan daerah.

    “Saya ini ASN juga, pernah jadi Kabag Umum. Dulu, gubernur atau pejabat penting selalu hadir. Sekarang kok berbeda? Ini soal penghormatan terhadap lembaga,” tegasnya.

    Makmur juga menyarankan agar dibentuk sistem yang memastikan kehadiran pejabat tinggi pada rapat-rapat penting. Ia khawatir bila budaya menghargai lembaga seperti DPRD semakin luntur.

    “Kalau yang datang hanya staf, seolah-olah tidak ada pejabat di dalam sistem. Saya mohon, ke depan hal seperti ini jangan terulang lagi. Ini pesan moral dari saya,” tambahnya.

    Kritik serupa disampaikan oleh anggota DPRD lainnya, Abdul Giaz, yang menyayangkan hanya dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir dalam paripurna.

    “Yang datang hanya dua OPD, dan perwakilannya pun sangat sedikit. Tolong, mari kita saling menghargai. Kalau bisa, jangan hanya diwakilkan,” ujar Giaz singkat.

    Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh menyoroti minimnya distribusi dokumen terkait pembahasan APBD. Menurutnya, tenaga ahli setiap fraksi perlu mendapatkan salinan resmi agar dapat melakukan kajian yang mendalam.

    “APBD itu penuh angka-angka, bukan narasi. Tenaga ahli kami seharusnya dibekali salinan dokumen agar bisa membantu kami dalam pembahasan,” ungkap Abdulloh saat menyampaikan interupsi.

    Ia menyayangkan jika keterbatasan dokumen menghambat kerja legislasi dan pengawasan DPRD dalam mengevaluasi pertanggungjawaban anggaran.

    Rapat paripurna ini merupakan bagian dari siklus tahunan pertanggungjawaban pemerintah daerah atas realisasi APBD 2024. Momen ini semestinya menjadi ruang evaluasi terbuka antara eksekutif dan legislatif untuk bersama-sama mengkaji capaian pembangunan di Kaltim.

    Abdulloh APBD Makmur Rapat Paripurna
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Andi Harun Bongkar Pos Anggaran Rp98 Miliar, Dorong Efisiensi dan Integrasi Sistem Pemerintahan

    April 22, 2026

    PAD Samarinda Lampaui Target, Kemandirian Fiskal Mulai Menguat

    April 22, 2026

    Dana Bantuan Parpol Disorot, Wawali Samarinda Tekankan Akuntabilitas

    April 20, 2026

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    April 16, 2026

    Tanggapi Kadinkes dan Sudarno, Andi harun: Polemik JKN Bukan Soal Kemampuan Daerah

    April 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Ratu ArifanzaMei 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana renovasi Pasar Segiri masih belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Anggota…

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.