
Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong optimalisasi pasar di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperluas distribusi air minum dalam kemasan (AMDK) Samaqua, produk lokal yang dikelola Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.
Menurutnya, kebutuhan air minum dalam berbagai kegiatan pemerintahan dapat menjadi peluang bagi Samaqua untuk memperkuat pemasaran sebelum bersaing lebih luas dengan merek yang telah menguasai pasar.
Ia menilai, sebagai produk yang masih baru, samaqua perlu mengevaluasi kapasitas produksi dan jalur distribusi agar pemasaran dapat berjalan optimal.
“Mungkin kapasitas produksinya belum sebesar itu, mungkin juga mereka belum komunikasi mengenai channel distribusinya. Kita belum tahu lagi, nanti pasti kita panggil, kita tanya sampai sejauh mana,” ujar Iswandi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Kamis, 22 Oktober 2026.
Keberadaan sekitar 30 OPD di lingkungan Pemkot Samarinda merupakan potensi pasar yang dapat dimanfaatkan. Setiap OPD memiliki kebutuhan air minum untuk rapat maupun kegiatan lainnya yang dapat menjadi peluang distribusi bagi produk tersebut.
“Ini pasar sudah jelas. Samarinda punya 30 OPD, satu OPD berapa, pasti ada rapat, ada minum. Distribusi gitu saja sudah lumayan, baru lari lagi ke luar,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan pasar pemerintah dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen. Namun, peluang tersebut tetap perlu didukung kesiapan produksi dan sistem distribusi yang memadai.
Selain distribusi, Iswandi menekankan pentingnya harga yang kompetitif agar samaqua mampu bersaing dengan produk sejenis.
“Seharusnya bisa, karena air ini kan kebutuhan dasar. Sejauh pertama harga bersaing. Jangan orang lain harganya Rp1.000, dia Rp2.000, padahal sama,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pengaturan penyediaan air minum dalam kegiatan pemerintahan. Menurutnya, penempatan sejumlah merek dalam satu acara tanpa pengaturan yang jelas dapat memengaruhi pilihan peserta sekaligus mengurangi efektivitas upaya memperkenalkan produk lokal.
Iswandi menilai persoalan teknis seperti itu perlu diperhatikan agar pemanfaatan pasar pemerintah dapat berjalan efektif. Pengaturan penyediaan produk dalam kegiatan, menurutnya, menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan.
Ia berharap pengelola samaqua dapat mengevaluasi strategi pemasaran secara menyeluruh, mulai dari kapasitas produksi, perluasan jaringan distribusi hingga penetapan harga.
“Dengan memanfaatkan potensi pasar lokal dan memperkuat daya saing, samaqua diharapkan mampu memperluas jangkauan penjualan sekaligus meningkatkan peluang produk daerah untuk bersaing dengan merek air minum kemasan lainnya,” tandasnya.

