Insitekaltim, Samarinda – Debu dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) membuat kebersihan rumah perlu lebih diperhatikan.
Debu yang masuk melalui pintu, jendela, dan ventilasi dapat menumpuk di permukaan perabot maupun lantai. Jika dibersihkan dengan cara yang kurang tepat, partikel debu justru bisa beterbangan kembali dan terhirup penghuni rumah.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap debu atau memiliki alergi. Selain debu dari luar, di dalam rumah juga bisa terdapat tungau debu, spora jamur, serbuk sari, dan serpihan kulit hewan yang memicu reaksi alergi.
Karena itu, membersihkan rumah bukan sekadar menghilangkan debu yang terlihat, tetapi juga mengurangi partikel yang beterbangan selama proses pembersihan.
Dikutip dari Kompas.com, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan rumah dengan lebih aman bagi orang yang sensitif terhadap debu.
1. Bersihkan dari atas ke bawah
Mulailah membersihkan rak tinggi, bagian atas lemari, dan permukaan furnitur sebelum beralih ke bagian bawah. Debu yang jatuh selama proses tersebut dapat dibersihkan pada tahap berikutnya. Lantai sebaiknya menjadi bagian terakhir yang dibersihkan.
2. Gunakan masker saat membersihkan
Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel debu yang terhirup saat membersihkan rumah. Pilih masker yang sesuai dan gunakan dengan benar. Jika memungkinkan, hindari membersihkan ruangan ketika debu dari luar sedang masuk dalam jumlah banyak.
3. Pilih produk pembersih tanpa pewangi
Sebagian produk pembersih mengandung pewangi yang dapat mengiritasi saluran pernapasan pada orang yang sensitif. Produk berlabel bebas pewangi dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko iritasi.
4. Gunakan kain lembap untuk mengelap perabot
Hindari mengelap permukaan dengan kain kering atau kemoceng yang membuat debu mudah beterbangan. Gunakan kain mikrofiber yang sedikit dibasahi agar debu lebih mudah tertangkap dan tidak menyebar ke udara.
5. Gunakan penyedot debu dengan filter HEPA
Menyapu lantai dengan sapu kering dapat membuat partikel debu kembali beterbangan. Jika tersedia, gunakan penyedot debu dengan filter HEPA yang dirancang menangkap partikel kecil. Bersihkan lantai secara menyeluruh, termasuk bagian bawah furnitur dan sudut ruangan.
6. Pertimbangkan penggunaan pemurni udara
Pemurni udara atau air purifier dengan filter yang sesuai dapat membantu mengurangi partikel di udara dalam ruangan. Periksa kondisi filter dan ganti sesuai petunjuk produsen. Perangkat ini bukan pengganti ventilasi yang baik maupun upaya mengurangi sumber debu.
7. Bersihkan tempat tidur secara rutin
Seprai, sarung bantal, selimut, dan kasur dapat menampung debu serta tungau. Cuci perlengkapan tidur secara berkala dan pastikan kasur serta area di sekitarnya tidak menjadi tempat penumpukan debu.
8. Kurangi penumpukan barang
Barang yang terlalu banyak di atas meja, rak, atau sudut ruangan membuat debu lebih mudah menumpuk dan sulit dibersihkan. Simpan barang dalam lemari atau wadah tertutup agar permukaannya tidak terus terpapar debu.
9. Perhatikan karpet dan tirai
Karpet dan tirai dapat menampung debu dari luar maupun dalam rumah. Bersihkan secara rutin menggunakan metode yang sesuai dengan bahannya. Saat debu dari luar sedang tinggi, kurangi aktivitas yang membuat partikel dari karpet dan tirai beterbangan.
10. Batasi masuknya debu dari luar
Ketika udara di luar sedang berdebu atau berasap, tutup pintu dan jendela yang menjadi jalur masuknya partikel. Bersihkan alas kaki sebelum masuk rumah dan gunakan keset untuk mengurangi debu yang terbawa dari luar. Tetap perhatikan kebutuhan sirkulasi udara dan kualitas udara di dalam ruangan.

