Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Dorong Kemandirian Fiskal, Gubernur Kaltim Ajak Bapenda Perkuat Strategi Optimalisasi PAD
    Diskominfo Kaltim

    Dorong Kemandirian Fiskal, Gubernur Kaltim Ajak Bapenda Perkuat Strategi Optimalisasi PAD

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud didampingi Sekda Sri Wahyuni saat menghadiri kegiatan (Ist/Humas Pemprov Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bali – Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sumber pendapatan sendiri. Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) wilayah Indonesia Tengah dan Timur di Bali, Kamis, 12 Februari 2026.

    Dalam forum tersebut, Rudy Mas’ud menekankan, kemandirian fiskal bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Menurutnya, daerah harus mampu bertahan dan berkembang melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Ketergantungan terhadap dana transfer ke daerah harus mulai dikurangi. PAD harus menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Rudy mengungkapkan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2026 mengalami penurunan cukup tajam.

    Dari sebelumnya Rp21,7 triliun pada 2025, kini turun menjadi Rp15,15 triliun akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD). Situasi ini, menuntut langkah adaptif dan terukur agar pembangunan tetap berjalan.

    Dari sisi capaian, target PAD Kaltim tahun 2025 sebesar Rp10,03 triliun dengan realisasi Rp9,33 triliun atau sekitar 93 persen. Melalui FGD ini, ia mendorong adanya penyelarasan data antardaerah sekaligus penggalian potensi pajak dan retribusi yang belum tergarap optimal.

    Rudy menyebut sejumlah sektor strategis yang masih dapat dimaksimalkan, seperti pertambangan migas, mineral dan batu bara, kehutanan, hingga perkebunan.

    Selain itu, instrumen pendapatan baru juga perlu diperkuat, di antaranya perdagangan karbon, Pajak Air Permukaan, Pajak Alat Berat, serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

    Terkait PBBKB, ia mengingatkan kembali skema pembagian hasil sebesar 70 persen untuk kabupaten/kota dan 30 persen untuk provinsi. Ia juga mendorong peran aktif perusahaan daerah sebagai salah satu motor peningkatan pendapatan.

    Rudy berharap forum ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi melahirkan rekomendasi konkret yang bisa diterapkan di masing-masing daerah.

    Ia juga meminta Bapenda aktif mengikuti forum-forum strategis serta memberikan masukan teknis kepada kepala daerah dalam upaya optimalisasi PAD.

    “FGD ini harus menghasilkan langkah strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat kemandirian fiskal, khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Direktur Eksekutif APPSI Ismiati, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setdaprov Kaltim Siti Sugiyanti, Plt Kepala Bapenda Kaltim Bambang Erryanto, serta para Kepala Bapenda provinsi di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

     

    FGD Gubernur Kaltim PAD PBBKB Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026

    DPKH Kaltim Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Ketersediaan Capai 28 Ribu Ekor

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Ratu ArifanzaMei 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Arah baru organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai…

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026
    1 2 3 … 3,094 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.